Rabu, 24 November 2010

Eza Gionino

Untuk sukses menjadi pemain sinetron kayak sekarang, Eza Gionino or Eza  butuh keberanian yang besar. Dari Malang ke Jakarta naik kereta sendirian dengan bawa uang yang pas-pasan. Padahal itu pertama kalinya Eza datang ke ibukota. Gak punya teman, saudara, atau tempat tinggal lagi di Jakarta. Salut deh sama eza. 

‘’Asal gue dari Kalimantan, gue pindah ke Malang waktu SMP. Gue ke Jakarta awal tahun 2007 untuk mengikuti ajang pemilihan model sebuah produk kosmetik (kerjasama dengan sebuah majalah remaja), sebenarnya dari awal gue bercita-cita pengen jadi tour guide atau kerja di bagian pariwisata. Waktu lagi main badminton bareng kakak gue, ada orang dari agensi yang nyamperin dan bilang kegue kenapa nggak nyoba ikut pemilihan model aja! Dari situ gue mulai tertarik dan nyoba dari Malang gue naik kereta dan sampe Jakarta jam 9 pagi. Gue langsung ke kantor majalah itu dan ternyata acaranya itu baru besok harinya. Jadi gue harus cari kosan dong. Dari jam 12 siang gue baru dapet kosan jan 10 malem, selama itu gue luntang lantung di jalanan, untung ibu kosnya baik dan perhatian banget ma gue!’’ kenang Eza.

Kalo tujuan dan niatnya baik, pasti ada jalan! Itulah yang selalu di yakini Eza selama ini dan itu bener-bener dialami anak bungsu dari 4 bersaudara ini. Biarpun gak tau sama sekali tentang dunia modeling, ternyata di ajang pemilihan model tersebut, Eza berhasil menjadi juara 1 dan mengalahkan lawannya yang rata rata punya pengalaman di dunia entertainment.

‘’Gue seneng banget bisa menang, karena itu menjadi pintu gerbang besar gue untuk terjun ke dunia entertainment. Padahal awalnya nyokap sama sekali nggak setuju gue ke Jakarta, soalnya waktu itu gue masih sekolah kelas 2 SMA, setelah menang, gue ikut kasting dan gak lama langsung diterima main di sinetron IDOLA, sebelum ke Jakarta, gue minta ijin dulu ama pihak sekolah. Gue minta ijin untuk belajar via internet. Mereka setuju dengan syarat kalo ujian gue harus hadir, waktu UAN gue bolak balik Jakarta-Malang naik pesawat 2 kali sehari, kayak naik angkot hehehe. Alhamdulillah selama gue berkarir di dunia entertainment diberi kemudahan, sekaraang aku udah lulus SMA dan berencana kuliah disini. Aku juga udah bisa beli rumah dan ngajak mama tinggal di Jakarta’’ kata Eza bangga.

Sekedar informasi tambahan, Saat ini, Eza tengah menjalin hubungan dengan Ardina Rasti, yang juga seorang aktris dan pemain FTV. Eza dan Rasti cinlok saat mereka main dalam ftv yang sama. Kita doakan saja semoga hubungan mereka langgeng ..^-^

credit : di dapatkan dari segala sumber

PROFIL :
Nama : Eza Gionino
TTL : Samarinda, 11 Mei 1990
Dalam diri Eza mengalir darah India- Belanda
Profesi : Aktor, penyanyi, model
Facebook asli eza dan rasti ; ardinagionino Ezarasti
Twitter eza gionino yang asli : @ezagionino6
ardina rasti ---> @ardinarasti6

SINETRON
  • Idola
  • Bawang Merah Bawang putih
  • Cinderella Boy
  • Legenda
  • Dongeng
  • Dia Bukan Cinderella
  • Zahra
  • Andra cari cinta
  • Cintaku
  • Bayu Cinta Luna
FTV
  • Pacarku Extra Brondong 
  • WANTED : Pacar Kaya dan Ganteng !
  • 7 Tanda Cinta
  • 10 Tanda dia Bukan Untukmu

FILM 
  • Oh Baby !
  • Best Friend






eza gionino dan ardina rasti


READ MORE >>

Choi Si Won

Choi Si Won adalah model, aktor, penyanyi dari Korea Selatan dan merupakan salah satu anggota Super Junior dan Super Junior M. Karirnya semakin cemerlang semenjak dia bermain dalam film Oh ! My Lady. Cowok cute ini mampu berbahasa Korea, Mandarin, English. Choi Si Won mempunyai hobby taekwondo, bermain gitar, dan main komputer. 
 










PROFIL
Nama : Choi Si Won /  최시원
Nick Name : Simba
Tempat tanggal lahir : Seoul, 7 April 1986
Golongan darah : B
Agama : Christian
Pendidikan : Hyun Dae HS, Inha University (Physical education Art Departement)

TV SHOWS :
  • Athena : Goddess of War ( SBS, 2010)
  • Oh ! My Lady (SBS< 2010)
  • Legend of Hyang Dan (MBC,2007)
  • Spring Waltz ( KBS, 2006)
  • 18 vs 28 (KBS, 2005)
  • Precious Family ( KBS2, 2004)
  • Parent's Approval (KBS)
  • Charnel Boy (2005, KBS)

MOVIES
Attack on the Pin Up Boys (2007)
Battle of Witz (2006)



READ MORE >>

Sabtu, 20 November 2010

Mikha Tambayong

Dara cantik ini  memulai karirnya dengan menjadi finalis pemilihan GADIS SAMPUL 2008, yang kemudian wajahnya semakin dikenal publik semenjak dia bermain dalam sinetron kepompong atau bekennya d'rainbow. Pemeran tokoh Tasya ini sekarang tengah sibuk merilis album keduanya yang berjudul Bekas Pacar. 

Tak hanya mengeluarkan single, gadis cantik keturunan Manado yang kini bersekolah di SMA Morning Star Academy ini, berniat mengeluarkan album debut yang bernuansa RnB pada desember mendatang. Sekedar informasi tambahan, sebenarnya Mikha merupakan keponakan dari Harvay Malaiholo ( seorang penyanyi). 






PROFIL
Nama : Maudy  Mikha Maria Tambayong
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 15 September 1994
Nama ibu : Deva Tambayong
Nama ayah : Michael Tambayong

SINETRON
  • Kepompong
  • Ulat Kepompong
  • Kacamata Mamamia
  • Kapten Kompleks ( FTV Sctv)

DISKOGRAFI
Cinta Pertama (2009) - Soundtrack Kepompong
Bekas Pacar ( 2010)






anggota d rainbow
READ MORE >>

Personal Taste OST




READ MORE >>

Selasa, 16 November 2010

Boys Before Flower

Jandi adalah anak dari sebuah keluarga sederhana, ayahnya mempunyai usaha laundry yang terletek di seberang jalan dari sekolah mewah nan elit , Shin Wa college. Di sekolah itu, Jan Di bertemu dengan 4 orang anak laki-laki yang sangat kaya dan suka bikin onar, mereka dikenal sebagai F4. Karena suatu ketidak sengajaan, Jan Di telah berhasil menolong salah satu murid sekolah itu yang ingin bunuh diri meloncat dari gedung. Karena takut berita itu akan tersebar, dan dapat mengakibatkan citra sekolah Shin Wa akan jelek. Maka sekolah memutuskan untuk memberikan beasiswa pada jandi atas jasanya menyelamatkan salah seorang siswa di sekolah itu. 
Jandi berusaha menegakkan keadilan di sekolah itu, dia tahu jika dia berani melawan F4 dia akan mendapat masalah. Namun, ketika Oh Min Ji (teman baik jandi) mendapatkan masalah dengan Goo Jyun Pyo (Ketua F4), Jan Di langsung membelanya. Dan semenjak itu jandi langsung menyatakan perang dengan Goo Jyun Pyo.  Akankah Jandi akan tetap benci pada F4 meskipun dia telah jatuh cinta pada salah seorang anggota F4 ? Apakah cinta akan mengganggu persahabatan diantara anggota F4 ?? 


DETAILS

  • Judul : 꽃보다 남자 / Kgotboda Namja
  • Judul lain : Boys over flower
  • Genre : Comedy, romantis
  • Episode : 25
  • Broadcast Network : KBS2
  • Fim lain yang mirip / berkaitan : Meteor Garden, Hanayori Dango, Liu Xing Yu

grafik hubungan kisah cinta di BBF


✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ 
ANGGOTA F4

Kim Hyun Joong-----------------Lee Min Ho

 Kim Joon --------------------Kim Bum
 ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ ✿ 


Koo Hye Sun --------------- Kim So Eun

PEMAIN 
Download Boy Before Flower --> Click disini !

Silahkan baca sinopsisnya di bawah! ^_^
READ MORE >>

Sinopsis Boys Before Flower Episode 25 ( Last Episode )

Paginya, Yumi kembali muncul di kamar Jun-pyo, yang tengah mencicipi kotak makanan peninggalan Jan-di. Mulai teringat sesuatu, Jun-pyo mengira kalau makanan dalam kotak tersebut adalah buatan Yumi. Sempat terlihat ragu, Yumi langusng mengiyakan.
Ketika Jan-di tengah melamun bersama Ga-eul sambil menyaksikan Yi-jung dan Woo-bin makan siang, keduanya menyampaikan kabar gembira : Jun-pyo telah keluar dari rumah sakit. Dengan terburu-buru, Jan-di langsung bergegas pergi. Yi-jung yang memutuskan menyusul belakangan meminta waktu untuk bicara dengan Ga-eul.

Sudah paham betul dengan kebiasaan Ga-eul, Yi-jung menyampaikan kabar buruk lebih dulu : dirinya bakal pergi ke luar negeri selama empat tahun. Sempat berusaha optimis dan mendukung rencana Yi-jung untuk menjadi seniman yang lebih baik, Ga-eul langsung tersipu-sipu begitu pemuda itu menyebut bahwa saat kembali ke Korea, orang pertama yang bakal dicarinya adalah Ga-eul.

Begitu sampai di kamar, ekspresi Jan-di berubah melihat Yumi ada disana. Setelah beberapa kali mendapat perkataan kasar dari Jun-pyo, Jan-di tidak tahan lagi dan memutuskan untuk pergi. Mampu menebak kalau Jan-di adalah bagian dari ingatan Jun-pyo yang hilang, Yumi menyusul dan meminta gadis itu untuk tidak muncul sementara waktu dengan alasan kuatir kondisi Jun-pyo memburuk.
Berjanji bakal membantu Jun-pyo kembali mengingat Jan-di secara perlahan-lahan, Yumi kembali ke kamar pria itu. Diam-diam Jan-di mengikuti Yumi, dan sangat terkejut saat tahu kalau gadis itu telah mengakui kalau kotak makanan yang ditinggalkan untuk Jun-pyo sebagai buatannya.

Terpukul melihat apa yang terjadi, Jan-di bertabrakan dengan Ji-hoo yang baru datang. Dengan suara prihatin, Ji-hoo meminta gadis itu supaya tidak menyerah begitu saja. Namun, Jan-di yang sudah tidak berdaya lagi menyebut bahwa Jun-pyo yang sekarang sudah tidak lagi dikenalnya dan hubungannya dengan pemuda itu sudah berakhir.

Keesokan harinya, Jun-pyo mencicipi makanan dalam kotak buatan Yumi. Mulai curiga kalau Yumi berbohong, Jun-pyo langsung teringat akan ekspresi terakhir Jan-di. Namun begitu Yumi protes sambil menangis, Jun-pyo yang merasa bersalah memutuskan untuk memberi kejutan romantis pada gadis itu : sebuah pesta kolam.
Ikut hadir di pesta tersebut, Jan-di memutuskan untuk menyingkir. Siapa sangka, Yumi malah mendatanginya untuk memberitahu bahwa Jun-pyo sudah tidak lagi ingat akan Jan-di, dan dirinya sudah jatuh hati pada pria itu. Di hadapan hadirin, Yumi mengumumkan bakal studi ke luar negeri bersama Jun-pyo selama sebulan penuh. Kabar tersebut tidak hanya mengejutkan Jan-di, tapi juga F3 yang langsung menatap marah ke arah Yumi.

Begitu berpapasan dengan Jun-pyo, Jan-di langsung mengembalikan kalung yang pernah diberikan sang pewaris Shinhwa. Begitu ditolak, Jan-di dengan kesal melempar kalung tersebut ke dalam kolam. Sambil berdiri di tepi kolam, Jan-di melancarkan usaha terakhirnya untuk mengembalikan ingatan Jun-pyo. Ketika pemuda itu tidak juga merespon, Jan-di nekat menjatuhkan dirinya ke dalam kolam setelah sebelumnya mengatakan beberapa hal yang merupakan karakter Jun-pyo.

Sempat terdiam sejenak, ingatan Jun-pyo mendadak kembali bagaikan air bah. Dengan panik sambil meneriakkan nama Jan-di, Jun-pyo langsung menyelam untuk menyelamatkan gadis yang sangat dicintainya itu. Setelah memberi pernapasan buatan, Jun-pyo langsung memeluk Jan-di dengan erat sambil meminta maaf.
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, waktu kelulusan Jan-di hanya tinggal menghitung hari. Saat tengah berdua, tiba-tiba Jun-pyo mendekati Jan-di untuk mengajak kencan. Dasar apes, kejadian dulu kembali terulang : sebuah motor lewat sehingga suara Jun-pyo tentang dimana keduanya harus bertemu tidak terdengar.

Tidak berniat menghadiri pesta kelulusan, Jan-di hadir di lokasi dengan pakaian seragam setelah dijemput 'paksa' oleh limusin. Saat berdansa secara bergantian dengan F3, dalam hatinya Jan-di mulai membatin soal karakter masing-masing yang begitu unik dan meski kadang terlihat sombong namun ternyata menyimpan kehangatan dan cinta.

Satu-satunya yang absen adalah Jun-pyo, dan Jan-di baru sadar apa yang terjadi : pemuda itu telah menunggunya di sebuah tempat. Teringat akan kejadian serupa, Jan-di langsung menyusul ke tempat dimana pertama kali keduanya berkencan. Tebakannya sangat tepat, Jun-pyo telah menunggu disana. Namun berbeda dengan sebelumnya, kali ini ia tidak marah dengan keterlambatan Jan-di.
Dibimbing naik ke atas kereta gantung, wajah Jun-pyo mendadak berubah serius saat meminta supaya Jan-di mau menikah secepatnya mengingat dirinya harus terbang ke Amerika dan tinggal disana selama empat tahun. Namun, Jan-di yang sudah menyimpan cita-cita sendiri supaya dirinya tidak selalu bergantung pada Jun-pyo menolak dengan halus sambil menyebut bahwa bila dalam waktu empat tahun pemuda itu kembali ke Korea, Jan-di akan mempertimbangkan tawaran itu dengan serius.
Sempat terdiam beberapa saat, Jun-pyo sambil bercanda menyebut bahwa Jan-di bakal menyesal bila kehilangan dirinya. Begitu hal serupa dikatakan Jan-di, Jun-pyo dengan berani langsung mengiyakan. Ucapan itu membuat Jan-di terharu, ia langsung menarik Jun-pyo dan menciumnya.

***
Empat tahun berlalu, Jun-pyo telah berubah menjadi seorang eksekutif muda. Saat diwawancara, pewaris Shinhwa itu mengaku berkat janjinya pada seseorang-lah ia bisa sukses menghadapi semua rintangan. Nyonya Kang, yang menyaksikan wawancara sang putra, tersenyum bangga. Posisi sebagai pimpinan Shinhwa dipegang oleh Jun-hee.

Di tempat lain, Ga-eul yang telah menjadi guru TK dikejutkan oleh kedatangan Yi-jung. Kehadiran pria itu membuat seorang anak perempuan bertanya tentang darimana pria itu datang, yang langsung buru-buru dipotong Ga-eul yang tersipu malu.

Bagaimana dengan Jan-di? Sesuai dengan cita-citanya, gadis itu akhirnya meneruskan kuliah di jurusan kedokteran...bersama Ji-hoo. Saat tengah berbincang-bincang, tiba-tiba muncul helikopter dan sebuah suara yang sudah tidak asing lagi meminta Jan-di untuk segera menemui si pemilik helikopter di pinggir pantai.

Langsung menyusul, Jan-di sedikit terkejut melihat Jun-pyo telah menunggu. Sempat mencela dandanan Jan-di, Jun-pyo langsung menarik gadis itu dan memeluknya. Langsung mengingatkan soal janji yang pernah diucapkan, Jun-pyo langsung berlutut sambil menyodorkan kotak berisi cincin yang indah.

Dengan wajah serius, Jun-pyo melamar Jan-di. Belum sempat dijawab, suasana romantis tersebut pecah oleh tiga suara yang menyatakan keberatan : Ji-hoo, Yi-jung, dan Woo-bin. Rupanya selain mendapat jawaban YA dari Jan-di, Jun-pyo juga harus meminta restu ketiga rekannya
READ MORE >>

Sinopsis Boys Before Flower Episode 24

Semakin kuatir melihat kondisi Jun-pyo, Jun-hee dikejutkan oleh pemberitahuan mendadak Tuan Jung : ayahnya, yang ternyata adalah pria koma yang kerap ditemani Jan-di, ternyata masih hidup. Keruan saja, Jun-hee menangis sejadi-jadinya dan langsung mengkonfrontir sang ibu.
Sempat kaget, dengan cepat Nyonya Kang bersikap tenang dan menyebut bahwa apa yang dilakukannya sesuai dengan apa yang diinginkan sang suami. Pembicaraan tersebut didengar oleh Jun-pyo, yang langsung buru-buru bergerak ke tempat dimana ayahnya terbaring. Dengan cepat, kilas masa lalu dimana ia pernah berjanji pada sang ayah untuk menjalankan Shinhwa dan bagaimana sang ibu memanipulasi dirinya terbayang. Dengan penuh amarah, Jun-pyo memacu mobilnya dalam kecepatan tinggi.

Ketika tengah membayangkan Jan-di, secara tidak sengaja Ji-hoo melihat penampakan gadis itu di sebuah berita televisi. Bersama Yi-jung dan Woo-bin, Ji-hoo berusaha memberitahu informasi tersebut pada Jun-pyo. Langsung ditolak mentah-mentah, Ji-hoo menuliskan lokasi keberadaan Jan-di di selembar kertas dan meletakkannya begitu saja didekat Jun-pyo.

Di desa nelayan, kedua orangtua Jan-di dikerubuti para tetangga. Rupanya, para tetangga meminjami uang setelah diceritakan kalau Jan-di adalah calon pendamping pewaris Shinhwa dan begitu tahu kalau pendamping sebenarnya adalah Jae-kyung, mereka mengira telah ditipu. Sekonyong-konyong, muncul Ji-hoo yang menyebut siap menebus seluruh hutang-hutang keluarga Geum. Sempat diprotes, Ji-hoo menyebut bahwa Jan-di telah memberikannya lebih dari sekedar uang.

Ji-hoo melepas kalung cincin yang dikenakan dan memberikannya pada Jan-di sambil menyebut kalau benda itu sangat berharga. Tidak ingin berbohong, Jan-di menolak sambil mengatakan bahwa dirinya masih belum bisa melupakan Jun-pyo. Sadar betapa besar kesedihan yang dirasakan gadis itu, Ji-hoo menarik Jan-di dengan lembut kemudian memeluknya. Keduanya tidak sadar kalau adegan tersebut dilihat oleh Jun-pyo dari kejauhan.

Saat malam tiba, Ji-hoo yang dikira sebagai pewaris Shinhwa nyaris ditabrak oleh seorang mantan pegawai perusahaan raksasa tersebut. Untungnya ada Jun-pyo, yang dengan cepat mendorong tubuh sahabatnya namun malah jadi korban. Di rumah sakit, Jun-hee yang terpukul langsung memarahi sang ibu sambil berderai air mata. Sikap dingin Nyonya Kang berlanjut begitu dokter mengabari kalau Jun-pyo telah melalui operasi dengan sukses, wanita itu beralasan ada rapat yang harus dihadiri.
Nyonya Kang ternyata tidak sedingin yang dikira. Melihat wanita yang telah membuat keluarganya menderita, Jan-di malah duduk di dekat Nyonya Kang sambil berusaha menghibur ibu Jun-pyo itu dengan caranya yang unik. Ucapan Jan-di ternyata mampu membekas di diri Nyonya Kang, yang langsung memerintahkan pengawalnya Tuan Jung untuk membuatkan makanan kesukaan putranya. Tidak cuma itu, Nyonya Kang juga sempat menitikkan air mata.

Di rumah sakit, Jan-di terus menunggui Jun-pyo sambil menangis. Seolah mengulang masa lalu, ketika Jun-pyo pura-pura sekarat, Jan-di kembali mengulangi ucapan tentang apa yang dirasakan sebenarnya pada pria itu. Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa Jan-di telah kembali ke Seoul bersama keluarganya dan telah kembali bersekolah. Suatu hari, F3 menyampaikan kabar gembira : Jun-pyo akhirnya siuman.

Kembali menjadi Jun-pyo yang arogan, ada satu hal penting yang berbeda : Jun-pyo tidak mengenali Jan-di sama sekali. Meski terpukul, Jan-di berusaha menyembunyikan kesedihannya dan berusaha tetap ceria di depan Jun-pyo yang menatapnya dengan pandangan aneh. Parahnya lagi, Jun-pyo malah mengira Jan-di adalah kekasih Ji-hoo.

Mulai prihatin dengan apa yang menimpa Jun-pyo, F3 mulai mencari cara untuk memulihkan ingatan pemimpin mereka. Berusaha mereka ulang adegan yang 'berkesan' antara Jun-pyo dan Jan-di, termasuk ketika Jun-pyo ditendang dengan tendangan memutar, ingatan pemuda itu nyatanya tidak juga kembali. Yang terjadi malah sebaliknya, Jun-pyo dengan marah mengusir Jan-di.

Jun-pyo terus mengacuhkan Jan-di dan malah semakin dekat dengan Jang Yumi, seorang pasien yang mengalami kecelakaan hingga kakinya patah. Di suatu malam, Yumi menyelinap masuk ke kamar Jun-pyo untuk mengajaknya menikmati pizza di udara terbuka. Ketika melihat bintang, Jun-pyo merasa telah melupakan sesuatu yang begitu penting. Tahu kalau Jun-pyo mulai frustrasi, Yumi berusaha menghibur.
Tak berapa lama, F3 dan Jan-di tiba. Ucapan Jun-pyo yang ceplas-ceplos tentang Jan-di, yang lagi-lagi mengira kalau gadis itu adalah kekasih Ji-hoo, membuat Ji-hoo naik pitam dan nyaris saja memukul Jun-pyo kalau saja Yi-jung dan Woo-bin tidak melerai. Aksi tersebut disambut oleh tatapan aneh Jun-pyo, yang tidak habis pikir dengan tindakan Ji-hoo
READ MORE >>

Sinopsis Boys Before Flower Episode 23

Sambil membopong Chan, bocah yang tengah diasuh Jan-di, Jun-pyo sempat berseloroh kalau dirinya seolah tengah berada dalam mimpi. Sayang, kebersamaan Jun-pyo dan Jan-di harus terputus oleh suara telepon Tuan Jung, yang meminta sang majikan untuk segera pulang.

Setelah sibuk menyelidik, Ga-eul akhirnya bisa memecahkan teka-teki seputar Yi-jung dan Eun-jae. Ia berhasil mengajak Yi-jung ke puncak sebuah gedung sambil menunjuk ke arah sebuah papan iklan. Sempat bingung, Yi-jung tercengang begitu melihat pesan yang tersembunyi di papan tersebut, yang ternyata merupakan karya Eun-jae. Sama sekali tidak menduga, Yi-jung langsung menangis meraung-raung sementara Ga-eul hanya menatapnya dengan kasihan.

Di tempat lain, Ji-hoo dan Kakek Yoon juga telah berbaikan. Setelah sama-sama menceritakan apa yang selama ini terpendam, Kakek Yoon mengatakan kalau dirinya bisa meninggal dengan tenang dan bakal mewariskan semua miliknya pada sang cucu. Ji-hoo sempat protes, namun ucapannya terhenti oleh kemunculan Jan-di, yang mengabarkan kalau makan malam telah siap.

Di studio, Ga-eul langsung disambut oleh Yi-jung. Pembicaraan keduanya semakin menjurus serius, namun saat nyaris berciuman, ponsel Ga-eul mendadak berbunyi. Di saat yang sama, penyakit Kakek Yoon kambuh begitu menerima kabar yang kurang menyenangkan dari ponselnya. Jan-di yang panik langsung berusaha menolong, sementara Ji-hoo hanya terpaku.

Di kediaman keluarga Goo, Nyonya Kang rupanya sudah tahu mengenai kencan Jun-pyo dan Jan-di di kebun binatang yang secara tidak sengaja terliput oleh berita televisi. Wanita berdarah dingin itu langsung punya ide cemerlang untuk membuat Jan-di tidak berkutik, namun ide tersebut, yang konon terlalu kejam, ditentang oleh Tuan Jung.

Begitu tiba, Jun-pyo langsung minta maaf pada sang ibu karena telah mengacaukan pesta pernikahan dan berjanji bakal memperbaiki semuanya termasuk hubungan dengan perusahaan JK. Syaratnya hanya satu : Nyonya Kang tidak boleh menyakiti Jan-di sedikitpun. Di luar dugaan, Nyonya Kang langsung mengiyakan.

Serangan pertama Nyonya Kang ditujukan pada orang terdekat Jan-di : Ga-eul, yang ayahnya dipaksa pensiun secara mendadak. Setelah Ga-eul, sasaran berikutnya adalah studio seni Ji-hoo yang bakal dipaksa tutup. Keruan saja, rentetan kejadian tersebut membuat Jan-di merasa bersalah dan bertekad untuk memperbaiki semuanya. Hal pertama yang dilakukannya adalah datang ke pria koma yang kerap ditungguinya, sambil mengatakan kalau dirinya kemungkinan besar tidak akan muncul lagi disana.
Jan-di menemui Jun-pyo dan mengajaknya piknik. Cukup kaget melihat Jan-di tanpa ragu-ragu memanggilnya dengan keras di kediaman keluarga Goo, Jun-pyo langsung menurut ketika diajak pergi ke pinggir pantai. Yang paling mengejutkan, Jan-di pula yang berinisiatif menarik Jun-pyo dan menciumnya dengan mesra.

Rupanya, itulah perpisahan bagi Jun-pyo. Sebelum pergi, Jan-di sudah lebih dulu menghadap Nyonya Kang dan menyebut siap untuk meninggalkan semuanya termasuk Jun-pyo supaya tidak ada lagi orang yang disakiti oleh wanita itu. Bisa dibayangkan, bagaimana kagetnya Jun-pyo karena saat pulang, Jan-di minta diturunkan ditengah jalan sambil mengatakan kalau keduanya tidak akan pernah bertemu lagi.
Sebelum naik ke atas bis, Jan-di menyebut bahwa meskipun dipaksa, ia tidak akan pernah melupakan status Jun-pyo sebagai pewaris Shinhwa (hal yang membuat hubungan keduanya tidak mungkin dilanjutkan). Jun-pyo langsung terdiam, sementara di dalam bis, Jan-di akhirnya tidak bisa menahan air mata dan menangis sejadi-jadinya.

Keesokan harinya, Jan-di mendatangi desa nelayan dimana keluarganya bermukim. Melihat sang ibu yang terlihat begitu lelah, gadis itu tidak tega untuk menceritakan apa yang terjadi. Kepergian Jan-di ternyata mengubah kehidupan F4 khususnya Jun-pyo, yang menghabiskan waktunya dengan mabuk-mabukan, dan Ji-hoo, yang menyibukkan diri dengan mengurus klinik peninggalan Kakek Yoon.
READ MORE >>

Sinopsis Boys Before Flower Episode 22

Jan-di kembali menjadi korban. Karena Jun-pyo tidak juga keluar dan membuat semua tamu resah, Nyonya Kang bertindak cepat dengan menculik paksa Jan-di. Setelah itu, ia mengirim pesan singkat ke ponsel sang putra. Ancaman tersebut sukses membuat Jun-pyo dengan berat hati melangkah ke altar pernikahan, namun kejutan kembali terjadi.


Tidak ada yang menyangka bahwa Jae-kyung sendiri yang menyatakan keberatan dengan pernikahannya (yang kemudian disusul oleh F3), kenyataan tersebut membuat Nyonya Kang dan kedua orangtua gadis itu marah besar. Jae-kyung ternyata sangat cekatan, ia berhasil membebaskan Jan-di dan langsung menyuruh Jun-pyo untuk menyusul gadis yang dicintainya itu. Gembira karena akhirnya bebas, Jun-pyo langsung menyusul Jan-di dan begitu bertemu muka, ia tidak ragu-ragu untuk memeluk gadis itu dengan erat.

Ketika tengah termenung sendirian, Jae-kyung didatangi oleh Ji-hoo. Pembicaraan antara keduanya berlangsung menarik, Jae-kyung menyebut bahwa alasan dirinya dan Ji-hoo gagal adalah karena keduanya kurang ambisius. Mengatakan bahwa dirinya bakal bertolak ke New York keesokan harinya, Jae-kyung menitipkan sebuah barang berharga untuk diberikan pada Jan-di : kalung bintang-bulan. Sambil tertawa, Jae-kyung mengaku sempat berharap bahwa inisial di kalung tersebut adalah untuk Ji-hoo dan Jan-di.

Sementara itu, Jun-pyo dan Jan-di akhirnya tiba di sebuah vila mewah dengan sebuah meja makan yang telah didesain untuk makan malam yang romantis. Dengan suara pelan, Jan-di menyatakan keheranannya terhadap Jun-pyo, pemuda yang memiliki segalanya namun memilih gadis seperti Jan-di yang tidak punya apa-apa. Dengan gayanya yang khas, Jun-pyo menyebut bahwa sosok Jan-di yang apa adanyalah yang justru membuatnya jatuh cinta.

Suasana semakin romantis ketika keduanya bersama-sama melihat bintang dengan menggunakan teropong, ucapan Jun-pyo soal teropong tersebut sempat membuat Jan-di simpati. Namun Jan-di tetaplah Jan-di, ucapannya yang polos membuat Jun-pyo kembali ceria, ia berjanji tidak akan membuat janji yang tidak bisa ditepati sambil mengungkapkan perasaan cintanya pada gadis itu.
Keesokan harinya, Jun-pyo dan Jan-di kedatangan F3. Begitu mendengar soal Jae-kyung, keduanya langsung bertolak ke bandara. Perpisahan antara Jae-kyung dan Jan-di berlangsung mengharukan, Jae-kyung sambil setengah bercanda meminta Jan-di untuk mempertahankan hubungannya dengan Jun-pyo meski berat. Sambil menahan air matanya, Jae-kyung bergegas naik ke pesawat sambil membawa satu-satunya kenangan berupa sepatu yang pernah diperebutkannya dengan Jun-pyo (yang sekaligus menjadi awal pertemuannya dengan pemuda itu).

Begitu kembali ke rumah, Jun-pyo langsung disambut oleh kemarahan Nyonya Kang, yang memutuskan untuk tidak mengijinkan sang putra keluar dari kamarnya. Seolah masih belum cukup, Nyonya Kang menemui Jan-di yang tengah bekerja di restoran dan menuduh gadis itu sebagai orang yang licik. Sebelum berpisah, sang direktur Shinhwa mengancam bakal membuat Jan-di menyesal telah merusak rencana yang telah disusunnya dengan rapi.

Nyonya Kang langsung terdiam begitu Kakek Yoon muncul sambil menegur wanita itu. Dengan suara berwibawa, sang kakek menyebut Jan-di adalah calon cucu menantunya. Belakangan kepada Ji-hoo, Kakek Yoon menyebut bahwa hal itu dilakukannya untuk melindungi Jan-di. Bahkan, pria setengah baya itu mengaku bahwa menurutnya Ji-hoo dan Jan-di tidak cocok sebagai pasangan.
Kejutan bagi Jan-di belum berakhir. Suatu saat, tiba-tiba ia didatangi Tuan Jung, yang meminta gadis itu utuk menemani seorang pria yang tengah berada dalam keadaan koma. Menolak untuk membeberkan identitas pria tersebut, Tuan Jung menyebut siap membayar Jan-di untuk menemani sambil sesekali membacakan cerita. Karena tengah membutuhkan uang, Jan-di langsung setuju.

Meski sempat tidak setuju mendengar Jan-di tinggal di rumah Ji-hoo, Jun-pyo sadar bahwa itulah yang terbaik bagi sang kekasih. Karena tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar, praktis Jun-pyo terisolir dikamarnya. Sementara itu di saat yang sama, Jan-di mulai menjalani hari-harinya sebagai pendamping seorang pria yang tengah terbaring koma. Saat tengah membacakan cerita, ia langsung teringat dengan Ji-hoo, pria yang selalu ada di saat dirinya membutuhkan kehadiran seseorang.

Sempat membantu Ji-hoo mencuci mobil, Jan-di tengah bersantai saat pemuda itu membacakannya sebuah puisi. Rupanya, itulah cara Ji-hoo untuk mengutarakan perasaan cintanya pada Jan-di. Sayangnya saat Ji-hoo menoleh untuk melihat reaksi Jan-di, gadis itu ternyata sudah tertidur.
Woo-bin tidak tinggal diam melihat Jun-pyo disekap, keduanya mulai menyusul siasat. Berkat bantuann kelompok mafia bawahan Woo-bin, Jun-pyo berhasil lolos dan langsung mengajak Jan-di untuk bertemu. Begitu mendengar kalau gadis itu tengah sibuk menjaga seorang anak laki-laki, Jun-pyo sempat terdiam.

Jan-di sendiri tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama Jun-pyo, ia mengusulkan supaya keduanya berkencan sambil menjaga anak. Meski sempat marah-marah karena merasa perhatian Jan-di terpecah, Jun-pyo akhirnya bisa berdamai dengan anak laki-laki yang tengah diasuh Jan-di
READ MORE >>

Sinopsis Boys Before Flower Episode 21

Sempat sumrigah karena mengira Jun-pyo bakal menyambut Jae-kyung, Nyonya Kang marah besar begitu tahu Jan-di ada dirumahnya. Dengan suara tinggi, ia meminta gadis itu dipecat. Namun siapa sangka, nenek kepala rumah tangga menolak perintah tersebut.

Meski berkuasa, Nyonya Kang tidak berkutik menghadapi sang pengurus yang telah ada di rumah keluarga Gu jauh sebelum dirinya menjadi istri pemilik Shinhwa. Setelah itu, Jae-kyung mendatangi Jan-di dan mengaku mengerti alasan gadis itu tidak menceritakan hubungannya dan Jun-pyo. Namun, Jae-kyung menyebut dirinya siap bersaing memperebutkan Jun-pyo.

Hubungan Yi-jung dan Ga-eul semakin renggang, Ga-eul mengira dirinya telah melepas pemuda itu untuk berbahagia dengan Eun-jae. Siapa sangka, Yi-jung belakangan baru mengetahui kalau hati Eun-jae ternyata sudah untuk pria lain yang ironisnya adalah kakak sang playboy.

Karena tidak bisa mengusir Jan-di, Nyonya Kang menggunakan cara lain : ia mengijinkan Jae-kyung tinggal dirumah keluarga Gu sehingga bisa selalu berdekatan dengan Jun-pyo. Meminta Jan-di masuk ke kamar barunya, Jae-kyung menyampaikan permintaan yang cukup mengagetkan : ia ingin Jan-di mau menjadi pendamping pengantin saat dirinya menikah dengan Jun-pyo.

Untuk keperluan pertunangan sekaligus promosi hubungan keduanya, Jun-pyo dan Jae-kyung diminta untuk tampil sebagai model iklan ponsel terbaru Shinhwa. Begitu iklan tersebut ditayangkan di televisi, semangat Jan-di untuk mempertahankan hubungannya dengan Jun-pyo semakin redup.
Bertemu dengan Ji-hoo atas prakarsa kakek pria itu, Jan-di menghabiskan waktu berdua dengan berjalan-jalan. Langkah keduanya terhenti di sebuah tempat dimana tengah diadakan kontes foto pengantin. Begitu mendengar ada hadiah makanan bagi juara kedua, Jan-di langsung antusias.
Bisa ditebak, pasangan Ji-hoo dan Jan-di memjadi juara pertama yang membuat mereka mendapat sepasang tiket ke pulau Jeju. Namun begitu melihat reaksi Jan-di, Ji-hoo berinisiatif menukarkan hadiahnya dengan pemenang kedua. Tersentuh oleh kebaikan hati pemuda itu, Jan-di secara spontan langsung memeluknya.

Bersama F4, Jan-di berangkat ke pulau Jeju untuk menghadiri pesta pernikahan Jun-pyo dan Jae-kyung. Disana saat berdua dengan Jae-kyung, sahabat sekaligus rivalnya tersebut meminta maaf karena telah mengacaukan hubungannya dengan Jun-pyo. Menyebut keduanya sebagai orang terpenting dalam hidupnya, Jae-kyung berjanji bakal menebus dosanya pada Jan-di.

Ji-hoo terus berusaha memompa semangat Jan-di dan mengingatkan bila gadis itu tidak mencoba merebut Jun-pyo, maka kesempatannya untuk berbahagia bakal sirna selamanya. Namun saat hendak berbicara dengan Jun-pyo, Jan-di melihat pria yang dicintainya itu sedang bicara empat mata dengan Jun-hee.

Berusaha memantapkan hati, sampai-sampai ia meminta Ji-hoo untuk memukul rahangnya, Jun-pyo memutuskan untuk berbicara dengan Jae-kyung. Setelah menyatakan tidak bisa bersanding dengna gadis itu, Jun-pyo berlutut didepan Jae-kyung untuk meminta maaf. Namun dengan keras hati, Jae-kyung menolak dan tetap ngotot ingin menikah.
Keesokan harinya, hari yang telah dinanti banyak orang akhirnya tiba. Keluar dengan setelan jas lengkap dan wajah pucat, Jun-pyo sempat meminta Woo-bin untuk mematahkan pergelangan tangannya sehingga pernikahan bisa ditunda.

Namun sebelum semuanya terjadi, Jan-di mendadak masuk dan mencela keputusan Jun-pyo yang dianggapnya pengecut. Sambil memegang bahu Jan-di, Jun-pyo meminta gadis itu untuk melarangnya meneruskan pernikahan
READ MORE >>

Sinopsis Boys Before Flower Episode 20

Dalam keadaan putus asa dan hanya menyisakan satu koper berisi pakaian, Jan-di berusaha mencari tempat untuk beristirahat. Sempat mencoba menelepon seseorang, gadis itu jatuh pingsan karena kelelahan, dan telah berada di kediaman keluarga Gu saat bangun.

Rupanya, 'kehadiran' Jan-di adalah atas prakarsa Jun-hee kakak Jun-pyo, yang sudah tahu apa yang telah terjadi. Dengan tegas, ia meminta Jan-di untuk tetap tinggal di kediaman keluarga Gu sampai menemukan rumah baru. Sempat menolak, Jan-di akhirnya tidak bisa menolak permintaan Jun-hee.
Dasar Jan-di, ia menolak tinggal tanpa melakukan apapun. Oleh Jun-hee, Jan-di diperkenalkan pada kepala pengurus rumah tangga keluarga Gu. Dibawah pengawasan wanita yang telah berumur itu, Jan-di dilatih keras. Kejadian lucu sempat dialami gadis itu, yang salah tingkah saat diminta untuk melayani Jun-pyo.

Sempat minta untuk dipindahtugaskan, Jan-di akhirnya harus menerima nasib melayani majikan barunya. Bisa dibayangkan, bagaimana terkejut (dan senangnya) Jun-pyo saat tahu siapa pelayan barunya. Sempat mengomel karena dikerjai Jun-pyo dengan disuruh melakukan berbagai pekerjaan, Jan-di akhirnya tertidur setelah membuatkan mie ramen untuk sang majikan.

Paginya, tugas berat berikutnya telah menanti Jan-di : membangunkan Jun-pyo. Kaget melihat seorang pelayan keluar sambil menangis, Jan-di langsung masuk ke dalam kamar. Selain sukses membuat Jun-pyo terbangun, ia juga berhasil menyelamatkan karir sang pelayan yang sempat diusir.
Tak lama setelah sama-sama meratapi nasib percintaannya yang malang bersama Ga-eul, yang ternyata juga mengalami nasib sama, dan disibukkan oleh kemunculan Jae-kyung, Jan-di berhasil memaksa dokter di klinik tempatnya bekerja untuk tinggal bersama Ji-hoo sang cucu. Sempat terjadi ketegangan, Ji-hoo akhirnya mengalah pada keinginan Jan-di.

Malamnya, Jan-di diminta Jun-pyo untuk menemaninya menonton film horor. Sempat canggung, Jan-di memutuskan untuk keluar dari kamar sang majikan. Namun tak lama kemudian, ia buru-buru masuk dan bersembunyi di dalam lemari. Rupanya, ia tidak ingin Jae-kyung, yang tengah berjalan ke kamar Jun-pyo, melihatnya disana.

Karena menunggu terlalu lama, Jan-di akhirnya tertidur didalam lemari. Karena merasa bersalah, gadis itu sempat bermimpi mendapat tamparan dari Jae-kyung sebelum terbangun dengan kaget.
Tidak tahan dengan Yi-jung yang terlihat begitu frustrasi, Ga-eul mengkonfrontir pria playboy itu dan menyebutnya sebagai pengecut. Bahkan, sahabat baik Jan-di itu bergeming ketika Yi-jung mengusirnya dan mengaku tahu kalau sosok Yi-jung yang selama ini ditunjukkan ke publik hanyalah topeng belaka.
Kembali mendapat tugas untuk membangunkan Jun-pyo, Jan-di sengaja menyiapkan weker besar yang bunyinya begitu nyaring. Secara tidak sengaja, tubuh gadis itu terjatuh diatas Jun-pyo yang berusaha keras menarik kembali selimutnya yang sudah tersibak.

Di luar dugaan, Jun-pyo malah memeluk Jan-di semakin erat. Tepat pada saat keduanya nyaris berciuman, mendadak dari belakang terdengar suara seseorang yang masuk kedalam kamar. Tidak salah, orang itu adalah Jae-kyung
READ MORE >>

Sinopsis Boys Before Flower Episode 19

Masih terus mabuk-mabukan, Yi-jung bergeming meski Woo-bin sudah berusaha membujuknya. Kesadarannya baru kembali begitu menerima telepon yang mengabarkan ibunya kembali mencoba bunuh diri dengan bantuan obat penenang. Masih terbawa emosi, Yi-jung menemui Ga-eul dan mengajak gadis itu berkencan.

Namun begitu sampai di bar, dengan sengaja Yi-jung merayu dan merangkul para wanita yang ada disana. Sempat berniat pergi, Ga-eul mengurungkan niatnya ketika Yi-jung memanggil. Kemarahan gadis itu tidak bisa ditahan lagi ketika bersama Yi-jung menemui ayah pemuda itu dan dengan sengaja Yi-jung menyindir soal kekasih sang ayah yang seumur dengan Ga-eul. Dengan satu gerakan cepat, Ga-eul menyiram wajah Yi-jung dengan air sebelum kemudian pergi dengan hati hancur.

Terpaksa harus mengikuti Jae-kyung karena kalah taruhan, Jun-pyo terkejut ketika gadis itu mengajaknya mampir ke apartemen Jan-di. Sempat bertengkar, Jun-pyo melihat Kang-san adik Jan-di hanya menatap saat keduanya bersantap. Sempat jengkel mendengar Jan-di sudah tidak lagi mempunyai ponsel, Jun-pyo langsung terdiam ketika Kang-san menceritakan alasannya. Dengan ceria, Jae-kyung mengajak Jun-pyo pergi dengan satu misi : membelikan ponsel baru untuk Jan-di.
Saat mengantar Jan-di ke klinik, Ji-hoo kembali bertemu dengan Kakek Yoon. Melihat sang cucu hendak keluar ruangan, Kakek Yoon dengan sedih menyampaikan permintaan maafnya karena apa yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Terus berjalan dibawah hujan, Ji-hoo langsung teringat saat kedua orangtuanya dimakamkan, dimana sang kakek meninggalkannya sendirian.

Kesedihan juga tengah dialami oleh Yi-jung, yang pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Beruntung baginya, Ga-eul muncul dan membopong pemuda itu masuk. Saat hendak pergi, tangan Ga-eul mendadak ditarik Yi-jung, yang mulai mengigau dan berbicara tentang bagaimana pemuda itu ketakutan bakal menyakiti hati wanita yang dicintainya.

Baru pulang di pagi hari setelah merawat Ji-hoo, ternyata Jan-di telah ditunggu Jun-pyo di apartemen. Keduanya sempat adu ngotot ketika Jan-di menolak untuk memberitahu apa yang dilakukan gadis itu hingga tidak pulang, namun Jun-pyo sempat merasakan kegembiraan karena bisa terus berada di apartemen Jan-di...hingga munculnya bawahan Nyonya Kang di malam hari untuk menyeretnya pulang.
Saat tengah ditarik keluar, Jun-pyo berpapasan dengan Ji-hoo yang baru saja tiba. Ji-hoo ternyata tidak datang sendirian, ia ditemani oleh Yi-jung dan Woo-bin. Tak berapa lama, muncul seorang tamu yang sama sekali tidak diduga : Nyonya Kang. Rupanya, kedatangan sang pemilik Shinhwa adalah untuk meminta Jan-di (dengan nada dingin) supaya tidak lagi menemui Jun-pyo kalau tidak ingin keluarganya terancam.

Dihukum tidak boleh keluar rumah, Jun-pyo dikunjungi oleh Jae-kyung. Sempat kesal melihat kemunculan gadis itu, sikap Jun-pyo mulai berubah saat tahu Jae-kyung berniat mengajaknya ke apartemen Jan-di, dimana F3 dan Ga-eul tengah asyik mendekorasi ulang tempat itu.
Begitu keduanya tiba, suasana terasa makin meriah. Sempat terjadi 'insiden' dimana Ji-hoo mencium pipi Yi-jung (sambil bercanda), suasana mulai menghangat ketika Jun-pyo menjawab pertanyaan soal wanita yang dicintainya dan tanpa basa-basi bertanya balik ke Jan-di soal janji yang pernah diucapkan. Dengan wajah sendu, Jan-di menyebut bahwa gadis yang pernah mengucapkan janji tersebut sudah tidak ada lagi.

Nyonya Kang rupanya tidak main-main dengan ancaman yang pernah dilontarkannya, ibu Jun-pyo tersebut berhasil memaksa Jan-di hingga tidak punya tempat tinggal karena apartemennya bakal digusur. Keruan saja, situasi keluarga Jan-di semakin tidak menentu.

Waktu untuk berpisah akhirnya tiba juga. Karena kondisi keuangan yang semakin kritis, Kang-san akhirnya menyusul kedua orangtuanya untuk tinggal di sebuah desa. Sadar kalau sang adik berkorban untuk dirinya, Jan-di sempat berniat untuk ikut. Namun, ia diingatkan untuk menyelesaikan sekolah. Sebelum berpisah, Kang-san memberitahu Jan-di kalau Jun-pyo masih menyukai gadis itu
READ MORE >>