Jumat, 31 Desember 2010

[ Screenshoot ] Jumong







 






READ MORE >>

[ Screenshoot ] Secret Garden









READ MORE >>

Sinopsis Cinderella's Sister episode 2

Mulai hari ini, Eun Jo resmi tinggal dirumah Hye Seon. Hye Seon memperkenalkan kamarnya pada Eun Jo. Tapi Eun Jo hanya diam saja seolah tidak mendengarkan penjelasan Hye Seon.
“Apakah kau selalu berbicara banyak (cerewet) seperti ini ?” Tanya Eun jo cuek.
“Bagaiman kau tahu? Aku memang selalu berbicara banyak.” Jawab  Hye Seon .
Eun Jo kemudian menuju kamar mandi. Dia sangat terkesan dengan besarnya kamar mandi. Dari luar kamar mandi, Hye Seon member tahu kalau sikat gigi Eun Jo yang berwarna biru. Lalu Hye Seon juga member tahu cara menggunakan air wastafel yaitu hanya dengan cara meletakkan tangan dibawah lubang keluar air (hebat ya.. di Indonesia mana ada yang kayak ginian -_-) .
Saat akan tidur pun, Hye Seon terus terusan mengoceh pada Eun Jo mengenai masalah hidupnya. Eun Jo merasa bosan dan memutuskan keluar dari kamar. Dia berjalan melihat-lihar rumah Hye Seon. Sampai akhirnya  dia bertemu Ki Hoon yang sedang duduk di teras rumah samping.
“Apakah kau ingin minum ? kemarilah !”  Tanya Ki Hoon sambil melambaikan tangannya.
“Apakah ada sesuatu yang ingin kau cui dariku.” Jawab Eun Jo sinis.
“heh…Apa?” kata Ki Hoon tersenyum
“Apa ada yang menarik dariku sehingga kau tersenyum?? Sepertinya tidak ada!! Jadi jangan tersenyum seperti itu !” kata Eun Jo.
“Apa kau hanya akan tersenyum jika sesuatu itu layak untuk disenyumi?” Tanya Ki Hoon balik.
Mereka berdebat. Kemudian Eun Jo mennggalkan Ki Hoon. Baru beberapa langkah, Eun Jo berhenti. Dia mendengar Ki Hoon sedang menyanyikan sebuah lagu diiringi suara radio (sepertinya sih lagu perancis atau apalah).

Di sekolah Hye Seon mengajak ngobrol Eun Jo. Tapi Eun Jo malah sibuk mengerjakan soal dibukunya. Kemudian salah satu teman Hye Seon datang menanyakan nama Eun Jo.
“Katanya kau saudara tiri Hye Seon ya?? Lalu bagaimana aku harus memaggilmu? Kakak atau dengan nama?” Tanya teman Hye Seon.
“Jangan panggil aku!” jawab Eun Jo singkat sambil keluar kelas.
Teman Hye Seon jengkel. Tapi Hye Seon membujuk temannya agar tidak marah.

Saat Ki Hoon mengendarai mobil. Tiba-tiba ada sebuah motor yang mengikutinya. Ki Hoon keluar dari mobil dan menemuinya. Laki laki itu mengaku dirinya Hong Ki tae. Sebuah pukulan keras diluncurkan ke pipi Ki Hoon oleh Ki hyung tae. Laki laki itu adalah suruhan ayahnya Ki Hoon. Dia menyuruh Ki Hoon untuk keluar dari pekerjaannya sebagai pegawai perusahaan anggur. Ki Hyung tae juga memberikan uang Ki Hoon untuk menebus lukanya. Ki Hoon menanggapi hal itu dengan tersenyum. Setelah berbicara cukup lama, Ki Hoon tiba-tiba menonjok pipi Ki Hyung Tae dan memperingatkan untuk jangan ikut campaur mengenai masalah dirinya. Ki Hoon pun kemudian pergi meningglakan Hyung Tae di tengah jalan.
Hye Seon dan Eun jo berjalan keluar dari gerbang sekolah. Disana sudah ada Ki Hoon yang siap menjemput mereka. Tapi Eun jo tidak mau dijemput dan berjalan menjauhi mereka. Ki Hoon dan Hye Seon akhirnya pulang sendirian.

Di rumah Hye Seon sedang diadakan upacara pernikahan ibu Eun Jo dan ayah Hye Seon. Semua oarng berdatangan. Upacara pernikahan dimulai. Ibu eun Jo haru bersujud satu persatu kepada para leluhur keluarga Hye Seon dengan posisi tangan bertumput didepan dahi. Barisan leluhur yang panjang membuat Seok Kang kelelahan. Hingga Seok kang tiba di leluhur yang terakhir.
“ Bagaimana keberuntunganmu?” Tanya wanita tua itu.
Dari kejauhan Hye Seon menjelaskan pada Eun Jo kalau wanita tua itu adalah dulunya seorang pendeta. Wanita itu tidak sengaja menatap Eun Jo. Eun Jo menatap wanita tua itu dengan tatapan tajam. Ternyata Ki Hoon juga sedang menatap Eun jo. Karena takut dengan attapan Eun Jo, wanita tua itu langsung menyetujui pernikahan mereka.
Selesai pernikahan, Seok Kang langsung tidur dikamarnya dengan posisi kaki ditekuk. Ayah Hye Seon kaget melihat posisi tidur Seok Kang. Kemudian ayah Hye Seon memijat kaki Seok Kang.

Eun Jo berjalan sendiri mengitari rumah Hye Seon. Tiba-tiba dia menemukan sebuah ruangan kosong. Dia masuk dalam ruangan itu, membuka tasnya dan belajar. Ternyata diluar ruangan itu, ayah Hye Seon sedang dinasehati oleh wanita tua tadi. Katanya ibu Eun Jo akan membawa nasib buruk. Disaat yang tak terduga Ki Hoon masuk dalam ruangan itu juga.
“Akhirnya kutemukan juga kau.”
Eun Jo memberreskan tasnya dan berjalan keluar. Ki Hoon mengikutinya.
“Hai aku punya tempat yang bagus untuk bersembunyi.” Kata Ki Hoon.
Eun Jo tidak memperdulikan perkataan Ki Hoon. Tapi melihat tamu-tamu banyak yang berdatangan dia langsung menanggapi perkataan Ki Hoon tadi.
“Dimana?” jawab Eun Jo singkat yang membuat Ki Hoon sedikit tertawa.

Malam harinya adalah pesta pernikahan mereka. Hye Seon memperkenalkan Seok Kang pada tamu yang datang. Diruangan tempat peyimpanan fermentasi anggur, Eun Jo meneruskan belajarnya. Ki Hoon menemaninya.

Pagi harinya, seperti biasa Eun Jo dan Hye Seon berangkat sekolah bersama. Di sepanjang jalan Hye Seon selalu mengeluhakan kenapa  Dong Su mengabaikan sms nya. Tiba tiba Hye Seon bersembunyi dibelakang Eun Jo, ternyata ada Dong Su ada didepan mereka. Jengkel melihat kelakuan Hye Seon, Eun Jo lalu menghampiri Dong Su.
“ Hai kau yang bernama Dong Su? Apa kau kenal dia?” Tanya Eun Jo sambil melihat kerah Hye Seon.
“Yeah!” jawab Dong Su.
“Mengapa kau abaikan sms nya? Jika kau tak suka, tolong bicara langsung! Aku sudah muak dengan segala rengekannya.” kata Eun Jo.
Kemudian Eun Jo berjalan menjauhi Dong Su.

Malam harinya selesai dari latihan balet, Hye Seon pulang dengan wajah menangis. Seok Kang menanyakan apa yang terjadi pada hye Seon. Kata Hye Seon dia mendapat sms dari Dong Su yang isinya menolak Hye Seon. Dibelakang Hye Seon, Eun Jo muncul. Eun Jo sangat sedih ketika ibunya memeluk Hye SEon yang sedang menangis. Ayah Hye Seon memeprhatikan Eun Jo. 
Malam semakin larut tapi Eun Jo masih belajar. ayah Hye Seon memintanya keluar untuk berbicara sebentar.
“Aku tadi menemui gurumu, dan katanya kau sangat pintar di sekolah. Padahal awalnya kupikir kau tidak akan bisa mengikuti pelajaran karena belum pernah sekolah sebelumnya.” Kata ayah Hye Seon.
Eun Jo menjawab pertanyaan ayahnya dengan cuek dan kemudian ia masuk kamar.

Hari berikutnya di kelas matematika, guru memberikan soal di papan tulis dan meminta salah satu murid untuk mengerjakannya. Hyo Seon menunjuk kakaknya sebagai siswa yang paling mahir matematika. Eun jo menatap gurunya dan memutuskan untuk mengerjakan soal tesebut.
Sepulang sekolah Eun Jo pergi menemui ayahnya di kantor. Dia meminta untuk dicarikan guru les matematika. Ayahnya sedikit bingung mengapa Eun Jo meminta guru matematika sedangkan dia pinta matematika. Akhirnya ayahnya mengerti sekarang, Eun Jo belajar matematikan dengan langsung melompat tanpa mengetahui konsep dasarnya. Sehingga jika ada soal yang mudah dia pasti bingung mengerjakannya. Ayahnya menanyakan apakah utuh tentor lainnya juga? Eun Jo menggelengkan kepala.
Ketika menunggu kedatangan tentor baru, Hye Seon mengajak bicara Eun Jo, sayangnya Eun jo hanya diam saja dan malah berkata, “Jika kamu tidak bias diam, amak aku akan keluar dan beristirahat!”
Mendengar hal itu, Hye Seon langsung menutup mulutnya.
Dalam perjalanan Ki Hoon sudah siap menjadi tentor mereka. Eun jo menatap tajam Ki Hoon, ketika Hye Seon menjelaskan bahwa Ki Hoon adalah tentor yang cukup pintar buat mereka, selain itu dia adalah mahasiswa di Universitas terkemuka dan dia disini hanya untuk kerja part time jika kuliahnya sedang libur.
Tutorial dimulai. Ki Hoon mulai menjelaskan, baru pada tahap dasa rEun Jo sudah bertanya.
“Tolong jelaskan apa itu factor?” Tanya Eun jo
“ Kau ingin mengujiku atau kau memang benar-benar tidak tahu?” Tanya Ki Hoon balik.
“Aku tak tahu.” Jawab Eun Jo.
“Kau itu sudah belajar disekolah menengah kan ??”
“Apa aku perlu jelaskan bahwa sebelumnya aku belum pernah sekolah?”
“Benarkah?” jawab Ki hoon mengerti.
Awalnya Ki Hoon ingin menerangkan, tapi kemudian ia malah menutup bukunya. Ki Hoon meminta Eun Jo untuk menggunakan bahasa yang formal ketika bicara dengannya layaknya guru dan murid. Demi ilmu yang akan dia dapat, dia mnyetujuinya untuk menggunakan bahasa yang formal.
“Cepatlah mengajar, mumpung aku masih punya waktu?” kata Eun Jo
“Apa maksudmu masih punya waktu?” Tanya Ki Hoon.
“Aku harus mendapatkan sesuatu sebisa mungkin. Aku tidak tahu berapa lama lagi akan tinggal disini. Mungkin saja suatu saat nanti aku akan pergi atau malah diusit dari rumah ini!” teriak Eun Jo.
Tiba-tiba Hye Seon masuk dan eun Jo keluar. Hye Seon bingung dan menanyakan apa yang terjadi pada Ki Hoon. Hye Seon mencari Eun Jo tapi tidak ketemu, dia kembali ke tempat Ki Hoon, tapi ternyata Ki Hoon juga menghilang. Kemudian Hye Seon mencari ayajh dan ibunya untuk menceritakan masalah itu.
Ayahnya menyuruh Hye Seon untuk menecari lagi. Stelah Hye Seon keluar, ibu Eun jo menangis (niatnya sih cari perhatian). Dia malu atas kelakuan Eun Jo. Tapi suaminya berkata kalau sebenarnya Eun Jo itu gadis yang baik.

Ki Hoon menemukan Eun Jo di ruangan rahasia yaitu tempat penyimpanan arak.Kemudian Ki Hoon duduk disamping Eun Jo. Dia minta maaf lain kali  tidak akan mencuri waktu les Eun Jo dan mengajak Eun Jo untuk kembali les. Setelah mencari diberbagai tempat, Hye Seon menemukan Ki Hoon dan Eun jo sedang belajar serius ditempat semula. Hye Seon menanyakan soal pada Ki Hoon. Tapi Ki hoon tidak menanggapinya, dia malah sibuk mengajari Eun Jo. Akhirnya Hye Seon memutuskan untuk keluar ruangan.

 
Ki Hoon bertemu dengan kakaknya, Hong Ki Jung.
"Kenapa harus disini?" tanya Ki Jung. "Kenapa kau harus datang dan tinggal disini?"
"Kenapa aku tidak bisa disini?" tanya Ki Hoon.
"Aku datang bukan untuk berdebat." ujar Ki Jung tajam. "Jangan sombong. Cepat tinggalkan tenpat ini. Surat Kabar Kyung Jae ikut berpartisipasi dalam Kompetisi Editorial Nasional dan mengirim orang untuk mengawasimu. Karena mereka sampah, sepertinya mereka juga bisa menyium sampah. Sudah cukup buruk karena kakek sakit, dan sekarang terjadi keributan mengenai warisan."
"Apa hubungannya semua itu denganku?" tanya Ki Hoon dingin. "Kenapa kau meminta aku pergi?"
"Apa?"
"Apa itu semua ada hubungannya denganku?" tanya Ki Hoon lagi, seraya mendongak dan menatap kakaknya. "Kau mengatakan padaku bahwa itu tidak ada hubungannya denganku dan membuat kontrak untukku agar tidak terlibat. Apa kontrak itu sudah hilang? Perlukah aku menandatangi kontrak itu lagi? Haruskah aku menandatangi kontrak itu dengan darah?!"
"Tutup mulutmu." ujat Ki Jung. "Aku ingin kau menandatangi sesuatu yang lebih rinci. Kontrak yang menyangkut warisan dan kau harus pergi dari sini untuk belajar ke Eropa atau Amerika. Setelah lulus, aku yakin kau bisa menghidupi hidupmu sendiri."
Ki Hoon tersenyum pahit. "Tidak, terima kasih." katanya sinis. "Karena kau menyebutku sampah, maka aku akan hidup seperti sampah."
Ki Hoon kemudian kembali dan bersembunyi di tempat penyimpanan arak. "Hanya kalian yang kumiliki." katanya pada gentong arak. Ia menemukan sebuah pensil. "Ya, aku memilikimu juga."
Ki Hoon pergi ke toko aksesoris untuk membeli penusuk rambut untuk Eun Jo sebagai pengganti pensil yang biasa digunakannya.

 
Di sekolah, Hyo Seon agak mabuk. Ia marah-marah di kelas, bertanya pada teman-temannya siapa yang berani mengejek Eun Jo karena nama keluarga mereka yang berbeda. Eun Jo menyuruhnya diam.

Dae Sung akhirnya membuatkan surat nikah atau surat keluarga untuk Kang Sook dan Eun Jo. Kang Sook meminta izin ke kamar mandi dan menangis senang diam-diam karena akhirnya ia memiliki sebuah keluarga.
Sampai di rumah, Kang Sook mulai berani memerintah dan memarahi para pekerja.
 
Eun Jo dan Hyo Seon tiba di rumah.
"Jadi ibu berbohong?" tanyanya Hyo Seon. "Kau tidak pernah mengatakan bahwa kau diejek karena nama keluarga kita berbeda?"
"Itu semua bohong." ujar Eun Jo menanggapi.
Ia masuk ke dalam rumah. Kang Sook menarik Eun Jo untuk bicara, tapi Hyo Seon tiba-tiba menarik Eun Jo.
"Kakak, karena ibu ada disini mari kita perjelas." kata Hyo Seon.
"Kalian sudah pulang?" tanya Dae Sung.
"Bagaimana ujian kalian?" tanya Ki Hoon, menyembunyikan tusuk rambut di belakang punggungnya.
"Lepaskan aku." kata Eun Jo tajam pada Hyo Seon.
"Kakak, ayo kita tanya ibu." Hyo Seon bersikeras.
Eun Jo menghempaskan Hyo Seon dengan kasar hingga Hyo Seon terjatuh ke tanah.
Untuk menjaga image-nya di depan Dae Sung, Kang Sook terpaksa menampar putrinya. "Hyo Seon, kau tidak apa-apa?" tanyanya, membantu Hyo Seon. "Kau tidak terluka?"
 


READ MORE >>

Kamis, 30 Desember 2010

Ben Joshua

Debut akting Ben Joshua dimulai sebagai Dira dalam Dealova (2005). Sebelumnya, Ben belum memiliki pengalaman akting apa pun. Setelah lulus kuliah, Ben bekerja di sebuah majalah ibukota sebagai media relations executive. Setelah 1,5 tahun bekerja, Ben mendapat tawaran untuk mengikuti casting dan diterima untuk memerankan Dira yang berusia 17 tahun. Awalnya bungsu enam bersaudara ini masih bekerja selain syuting. Tapi karena jadwal syutingnya bentrok dengan jadwal kerja, Ben pun memilih terjun total di dunia entertainment. Sukses Dealova dilanjutkan dengan Cinta Pertama (2006). Dalam film ini, Ben berperan sebagai Sunny, cinta pertama tokoh Alya yang diperankan Bunga Citra Lestari. Kali ini Ben juga kebagian peran anak sekolah lagi.

Meski baru dua kali bermain film, Ben didaulat menjadi salah satu juri dalam 'Festival Sinema Perancis' ke-12, yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 22 April 2007 di Jakarta.

Bosan sebagai anak sekolah, Ben pun tak keberatan ketika ditawari tawaran bermain film horor berjudul Malam Jumat Kliwon, besutan Koya Pagayo. Di tahun 2008, Ben bermain lagi dalam film bergenre horor Hantu Jembatan Ancol produksi MD Entertainment

Profil
  • Nama lengkap : Ben Joshua Rompies
  • Tempat, Tanggal Lahir : Sulawesi Utara, 13 Agustus 1980
  • Pekerjaan : Aktor
  • Anak ke: 6 dari 6 bersaudara
  • Hobi : nonton, main komputer
  • Tinggi badan : 175 cm
  • Berat badan : 65 kg
  • Pasangan : Elisabeth Nura Paska
  • Official Twitter : @benjoshua_r
Film
  • Dealova (2005)
  • Cinta Pertama (2006)
  • Malam Jumat Kliwon (2007)
  • Hantu Jembatan Ancol (2008)
  • D.O - Drop Out (2008)
  • Hantu Rumah Ampera (2009)
  • Nazar (2009)
  • Khalifah (2011)
Sinetron
  • Anggun (sinetron)
  • Pacar Pilihan
  • Cinta Maia
  • Koq Gitu Sih
  • Pe De Ka Te
  • Cinta Nia
  • Nurhaliza
  • Baik Hari, Angin Bertiup
credit : wikipedia indonesia

Gallery Picture

benjosh
ben dengan istrinya








READ MORE >>