Jin makan bersama keluarga Xiao Mai. Di sisi lain, Emp marah mengetahui kalau Xiao Mai pergi menemui keluarganya. Saat perjalanan pulang, Xiao Mai ditelepon ibunya. Ibunya menanyakan apakah Xiao Mai sudah sampai rumah atau belum dan lagi ibunya juga bertanya apakah Xiao Mai pacaran dengan Jin. Spontan Xiao Mai langsung mengelak. Jun tersenyum melihat tingkah Xiao Mai.
“Kenapa?” tanya Xiao Mai pada Jun sambil menutup teleponya.
“Tadi ibumu pasti mengungkit aku kan?” tanya Jin balik.
Xiao Mai terdiam.
Dalam hati, Jin memikirkan beruntungnya Xiao Mai punya keluarga yang hangat (sambil membayangkan makan malam tadi) dan juga menyenangkan selain itu Xiao Mai juga membuat Jin.... !? Apa sih yang kupikirkan ?! Jin mencoba mengelak isi hatinya. Kami tidak mungkin bersama. Ah sudahlah tidak usah dipikirkan.
“Apa yang kau pikirkan?” tanya Xiao Mai membuyarkan pikiran Jin.
“Apa kau tahu apa yang kupikirkan?” . Karena tidak bisa menjawab, Xiao Mai hanya terdiam.
Pagi harinya, Emp menuju meja makan. Emp tanya pada salah satu pelayan kenapa tidak menyiapkan alat makan untuk Shan-Shan (panggilan asli Xiao Mai). Pelayan menjawab, kalau Xiao Mai baru saja pergi ke rumah keluarganya jadi mungkin ia tidak akan ikut makan bersama Emp.
Dikantor tempat ayah Xiao Mai bekerja, semua pegawai sedang bergosip. Mereka tahu kalau ketua Grup Huang Ho sudah menemukan cucunya yang hilang selama 17 tahun. Ayah Xiao Mai kaget. Tidak hanya itu, ternyata saat itu juga ketua Grup Huang Ho alias Emp sedang berada dikantor tersebut. Ayah Xiao Mai kemudian disuruh menemui Emp.
“Mungkin ini pertama kalinya kita bertemu ya?” tanya Emp. “Kau sudah berapa lama kerja disini ?”
“15 tahun.”
“Apa? Sudah 15 tahun tapi kau masih karyawan kecil?” Kenapa?
“Bapak komisaris, saya tidak mengerti pertanyaan Anda.” Tanya ayah Xiao Mai.
“Sebenarnya apa perusahaan yang bermasalah atau kerja kau yang bermasalah?”
“tidak... kantor ini sudah baik pada saya.”
Terus-terusan Emp memojokkan ayah Xiao Mai. Bilang kalau ayah Xiao Mai tidak bisa memberi contoh baik pada Xiao Mai dan tidak pantas menjadi ayah angkatnya.
Sampai di rumah, ayah Xiao Mai menceritakan kejadian tadi pada istrinya. Istrinya marah. Istrinya lalu memberi semangat untuk suaminya itu bahwa dirinyalah yang terbaik.
Ditempat biasa Jin dan saudaranya berkumpul. Mereka membicarakan kedekatan Jin dengan keluarga Xiao Mai dan juga tentang harta warisan Emp akan jatuh ke siapa.
Xiao Mai terus saja menghubungi orang tuanya. Tapi tidak diangkat juga. Ternyata orang tua Xiao Mai berniat pergi meninggalkan Xiao Mai. Xiao ingin memastikan kalau oran tuanya ada dibandara atau tidak. Tapi belum sempat pergi, dia sudah dihalangi oleh para penjaga. Xiao Mai tidak mau menyerah dia tersu saja lari, sampai kahirnya mobil Jin berhenti didepannya.
“Kau mau pergi kemana? Bukannya Emp melarangmu pergi. Kau tahu kan kalau kehendak Emp tidak bisa ditolak ?!” nasehat Jin.
“Kumohon antarkan aku ke bandara, apapun akan kulakukan agar sampai ke bandara termasuk lari.” Kata Xiao Mai keras kepala. “Jika ada yang menhalangiku, akan kulawan mereka.”
“Baiklah kuantar kau..” kata Jin singkat.
“Tapi..” tanya sekretaris Huang.
“Biar aku yang akan bertanggungjawab pada Emp.” Ujar Jin.
Akhirnya mereka pergi (*lagunya pas banget... sama adegannya*).Dari kejahuan Emp memperhatiakannya sambil sedikit sedih.
Sementara itu dibandara, pesawat orang tua Xiao Mai sudah akan berangkat. Xiao Mai sampai dibandara, tapi terlambat karena ayah ibunya keburu masuk lobi. Dalam perjalanan pulang dari bandara, Xiao Mai terus terusan menangis sambil bersandar dibahu Jin.
Di rumah, Xiao Mai marah pada Emp yang telah menyuruh orangtuanya menjauh darinya. Emp menjelaskan panjang lebar kalau inilah jalan terbaik bagi semuanya. Tapi Xiao Mai masih tidak terima apa yang telah dilakukan Emp. Xiao Mai kemudian memutuskan untuk keluar dari rumah itu.
Xiao Mai mencegat taksi. Dia ingin pergi ke Ne Hui. Baru beberapa menit, alat pembayaran taksi sudak naik tinggi. Xiao Mai minta berhenti karena uangnya tidak cukup.
Sekarang aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Pikirnya dalam hati. Xiao Mai menangis keras sekali.
Dia berada didepan rumah keluarganya dulu. Tak disangka-sangka, Jin datang sambil memberi sapu tangan untuk Xiao Mai tapi Xiao Mai menolak. Jin mulai meninggalkan Xiao Mai.Xiao Mai malah menangis tambah keras.
“Pinjam pundakmu sebentar.” suruh Xiao Mai pada Jin.
Jin tersenyum kecil, dan lalu mendekati Xiao Mai sambil menepuk bahunya. Xiao Mai mengis dibahu Jin. Jin mengusap-usah bahu Xiao Mai mencoba menenangkan. Adegan itu berlanjut hingga pagi hari.
“Dia sudah tertidur nyanyak (sambil melihat Xiao Mai). Xiao Mai kau pasti tidak tahu kalau aku sangat menyukai suasana seperti ini. Alangkah baiknya kalau aku bukan Nan Fang Jin calaon penrus keluarge Huang dan kau juga bukan cucu penerus grup Huang. Pikir Jin dalam hati.
Xiao Mai bangun dari tidurnya.
“Apa yang kau pikirkan?” tanya Xiao Mai melihat Jin seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Apa kau tahu apa yang kupikirkan?”tanya Jin balik. “Aku tahu kau pasti saat ini tidak punya uang.”
“Ya .. satu sen pun tidak punya?!” jawab Xiao Mai melas.
Jin mulai menasehat Xiao Mai untuk kembali ke rumah Emp. Tapi Xiao Mai tetep saja menolak untuk kembali, dia sudah sangat benci pada Emp. Tiba-tiba dari kejahuan terihat robongan Emp dan pengawal yang ingin menjemput Xiao mai. Sekretaris Huang meminta Xiao Mai kembali.
“Pokoknya aku tak mau kembali.”
“Semuanya kuserahkan pada kalian, aku kan pulang sendiri.” Kata Jin cuek sambil pergi meninggalkan Xiao Mai.
“ hEi bukannya tadi kau baik padaku, kenapa sekarang begini?” tanya Xiao Mai sambil marah marah.
“Ayo nona kita pulang.” Bujuk sekretaris Huang,
“Aku tak mau pulang kalau kau tidak mengangkatku!” suruh Xiao Mai.
Akhirnya para pengawal mengangkat paksa Xiao Mai naik mobil.Sayangnya waktu para pengawal memaksa Xiao Mai masuk mobil, kepala Xiao Mai kejedor pintu mobil dan akibanya dia pingsan.
Xiao Mai berhasil dipaksa kembali ke rumah. Tapi dai masih ngambek dengan Emp. Emp mulai khawatir dengan keadaan Xiao Mai.
Jin meluapkan kekesalannya karena baru saja diceramahi Emp dengan bermain tenis. Salah satu saudara Nan Feng Ling datang.
“Aku sudah lihat.”
“lihat apa?” tanya Jin.
“Lihat kau mengantar Xiao Mai ke bandara dan kau juga menemani Xiao Mai semalaman dirumah yang dibelikan Emp untuk orang tua Xiao Mai.” Tanya Nan Feng Ling. “Kak, apakah kau akan menerima keputusan Emp untuk bersama Xiao Mai menjadi pewaris Emp.”
“Kau terlalu khawatir, aku tidak mungkin menyukainya.” Kata Jin menutupi perasaannya.
“Kalau begitu apakah aku boleh menyukainya. Kupikir dia orang baik. Setiap kali dekat dengannya rasanya sudak akrab.”
“Terserah kau saja, lagian dia juga bukan milikku. Dan jadilah penerus yang menakutkan itu!”
“Benarkah kak, berarti kau menyerahkan dia padaku?” Yay !! Nan Feng Ling melompat kegirangan.
“Demi cinta, aku akan berusaha menjadi penerus. Kalu tuan putri dengar mungkin dia akan terharu.” Kata Jin senang.
Sebenarnya Ling benar.Demi cinta, sudah seharusnya kita berkorban.
Nan Feng Ling kemudian mulai menanyakan apa yang disukai Xiao Mai pada Jin dan juga cara menggaet cewek. Tapi Jin menyarankan untuk hal yang kedua itu sebaiknya tanyanya pada Cai. Tiba-tiba Jin teringat waktu dulu dia rela digit nyamuk demi menemani Xiao Mai yang sedang sedih.
BERSAMBUNG.....
<< Sinopsis Romantics Princess Ep.2 Sinopsis Romantic Princess Ep.4 >>
BERSAMBUNG.....
<< Sinopsis Romantics Princess Ep.2 Sinopsis Romantic Princess Ep.4 >>
DILARANG KERAS memposting ulang artikel/profil artis dari blog ini tanpa seizin pemilik blog. Jangan me-repost, cukup melink-an saja ke blog ini.






































