Mereka terus bertengkar hingga akhirnya mereka babak belur dan tepar dilantai. Mereka puas karena telah berhasil meluapkan kekesalan mereka. (*ternyata cowok tuw kalau udah bertengkar berarti masalahnya udah selesai, tapi klo cewek udah bertengkar masih aja ntar diomongin dibelakang..hhehe peace ^^ v )
Saat Jeong Won pulang dari kerjaannya, Eun Kyu sudah menunggunya di depan pintu gerbang rumahnya.
“Jeong Won…aku mencarimu.” Kata Eun Kyu lemas.
“Aku dan Hee Won..” belum sempat Jeong Won meneruskan ucapannya, Eun Kyu menyelanya. “Aku tahu.”
“Aku juga tahu dia lelah sekali.” Eun Kyu melanjutkan ucapannya.”Tapi bisakah kau tetap disisiku?”
“Tanpa Hee won aku masih tetap bisa bernyanyi, sebelum bertemu Hee won aku sudah menyanyi. Tapi aku tak bisa bernyanyi tanpamu. Aku suka pada Hee Won. Akan kupikirkan cara agar kita bertiga bisa bahagia.”
“Eun Kyu…” kata Jeong Won.
Kemudian Eun Kyu meminta bantuan Jaeng Won untuk berdiri. Jeong Won membantu Eun Kyu berdiri. Setelah bisa berdiri, Eun Kyu memegang lembut pipi Jeong Won. “Matamu… tetap saja cantik.”
Jaeng Won menangis dan Eun Kyu memeluknya.
Keesokan harinya Hee Won pergi ke rumah sakit jiwa menemui ibunya. Selain itu dia juga pergi ke penjara untuk menemui ayahnya.
Ayahnya menyanyakan keadaan istrinya itu. Hee Won mengangguk tanda bahwa ibunya baik-baik saja. Ayah Hee Won meminta maaf karena selama ini telah menyusahkan Hee Won. Hee Won menahan dirinya agar tidak menangis.
Hee Won mengurung dirinya dalam kamar karena merasa putus asa dengan segala masalah yang menimpa dirinya. Ketika Eun Kyu datang, Hee Won juga tidak mau keluar.
Sementara itu, di rumah Jaeng Won sedang ribut. Adiknya marah-marah karena san san (kucing hitam yang dia temukan dipinggir jalan) hilang. Pertama-tama adik Jaeng Won tanya pada ibunya, tapi karena ibunya sedang luluran jadinya tidak ditanggapi. Adik Jaeng Won mengancam tidak akan pulang ke rumah sebelum dia menemukan San San.
Hari itu awalnya Jeong Won mau menemui Eun Kyu tapi dia malah bertemu hee Won. Karena sudah lama tidak bertemu sesudah kejadian itu, mereka berdua memutuskan untuk ngobrol di taman.
“Aku benar-benar tidak mengerti kenapa kau jadi seperti ini?” Tanya Jeong won.
“Tak ada masalah lain. Aku hanya ingin mencari barangku yang pernah hilang.” Jawab Hee Won.
“Jika ingin menyiksaku lebih baik pikirkan cara lain. Jika ingin bertemu denganku lagi. Sekarang aku dan Eun Kui…” kata Jaeng Won yang kemudian disela oleh Hee Won. “JIka kau tidak peduli denganku aku akan mati.” Ancam Hee Won.
“Aku benar ingin mulai dari awal. Kau masih ingat ketika kelas 6, kau terjatuh. Aku gendong kau ke rumah sakit.”kata Hee Won sambil menyandarkan kepalanya di bahu Jeong Won. “Itu sudah lama sekali.... Aku tidur ya”
“Hei, jangan tidur !” kata Jeong Won tapi Hee Won malah beneran tidur.
Pagi harinya, Jeong Won mendapat telepon dari Hee Wonn. Hee Won mengatakan bahwa akan bunuh diri. Jeong Won yang mendengar hal itu langsung lari menemui Hee Won. Saat tiba dirumah Hee Won, Jeong Won melihat Hee Won sedang duduk dipinggiran atap rumah Hee Won. Tanpa pikir panjang lagi, Jaeng Won langsung menyusulnya.
“Ayo, sedang apa kau disana?” kata Jaeng Won.
Hee Won malah berdiri membuat Jeong Won semakin takut kalau Hee Won nanti jatuh, dan karena pijakan untuk kaki itu kecil akibatnya hee won sedikit goyah saat akan berdiri. Melihat itu, Jaeng Won semakin khawatir hee Won benar-benar akan bunuh diri.
“Ibuku tidak ada disini. Sudah tidak ada gunanya lagi aku hidup. Sebenarnya aku ingin mati. Mengapa hanya aku, hanya keluargaku?” ujar Hee Won.
“Maaf..”kata Jeong Won sambil menagis. “Ini semua salahku. Ibumu pasti akan sembuh. Ikutlah aku menjenguknya.” kata Jeong won mencoba menenangkan.
“Kau takkan mengerti perasaan hidup bagaikan mati.”Kata Hee won.”Kini disisiku sudah tidak ada siapapun.”
“Masih ada aku…” Jeong Won menyela. “Bukankah kau bilang ingin dari awal? Jika kau mati, aku juga akan mati.”lanjutnya.
“Ayo pegang tanganku.”ujar Jeong Won sambil mengulurkan tangannya.”aku janji akan berada disisimu. Biarlah aku pegang tanganmu. Percayalah padaku. Hee Won….” Bujuk Jeong Won sambil terus mengulurkan tangannya.
Akhirnya Hee Won percaya ucapan Jaeng Won, dia memegang tangan Jaeng Won dan turun. Jaeng Won tergeletak dilantai sambil menangis tak karuan.
”Bisa beri waktu aku 1 minggu ?” Pinta Jeong Won .
Hee Won mengangguk dan kemudian memeluknya.
Saat latihan band DoReMiFaSoLaSiDo, Jeong Won datang. Jaeng Won mengajak Eun Kyu untuk keluar jalan-jalan bersamanya. Awalnya Eun Kyu menolak, tapi karena Jaeng Won terus memaksa akhirnya Eun kyu luluh juga.
Kemudian mereka pergi melihat pertunjukan sulap dan ternyata Eun Kyung juga bisa sulap. Kemudian dia menyulap sebuah kain menjadi bunga, dan bunga itu diberikannya pada Jeong Won, setelah itu mereka menari-nari. Lalu bermain-main pasir ditaman. Dan yang terakhir mereka pergi melihat cosplay. Saat Jeng Won sedang melihat barang-barang, Eun Kyu dtang sambil menyindir Jaeng Won. “Disni tak ada topeng kepala naga (masih inget nggak kalau costum naga adalah costum yang dipakai Jeong Won saat bekerja di taman hiburan). Kalau kau pakai pasti cocok sekali.
“Hari ini kau mau mati ya?” kata Jeong Won merasa tersindir.
Hari itu, mereka berdua benar-benar menikmati jalan-jalan ke taman hiburan. Sampai-sampai karena kelelahan Jeong Won duduk bersandar dibahu Eun Kyu.
Keesokan harinya di sekolah Jeong Won, Jaeng Won meminta temannya untuk mengijinkan dirinya karena Jaeng Won mau bolos sekolah demi menemui Eun Kyu.
Setelah sampai ditempat latihan bandnya Eun Kyu, Jeong Won terus saja meminta Eun Kyu untuk menemaninya jalan-jalan lagi.
“Ayolah, kita mau kemana lagi. Biar kali ini aku yang traktir.” Ajak Jeong Won.
“Ada apa sebenarnya ?” Tanya Eun Kyu curiga melihat kelakuan Jeong Won.
“Keluarlah.” Jaeng Won terus saja memaksa Eun Kyu untuk pergi bersamanya hingga akhirmya tanpa sengaja saat menarik tangan Eun Kyu, Jaeng Won menjatuhkan tempat kertas not nada.
Semua anggota band melihat kearah Jeong Won. Eun Kyu merasa tidak enak pada teman-temannya.
“Tiba-tiba kau aneh sekali, ada apa sebenarnya?” Tanya Eun Kyu yang sudah mulai kesal pada Jeong Won. “Aku tak punya waktu !”
“Aku yang tak punya waktu.” Balas Jaeng Won dengan raut muka sedih.
“Setelah selesai kita bisa bertemukan? Kau tak tahukan kalau ini penting sekali bagiku.” Ujar Eun Kyu. “Jika tetap seperti ini jangan ke ruang latihanku.”
“Baik, aku takkan datang lagi !” kata Jeong Won sambil keluar.
Sepulang dari tempat latihan Eun Kyu, Jeong Won pergi menemui Hee Won. Keluar dari taksi, Hee Won langsung memayungkan payungnya pada Jaeng Won yang pada waktu itu memang sedang hujan deras. Baru beberapa langkah berjalan, Jeong Won langsung menarik payungnya ke bawah untuk menutupi wajahnya dan Hee Won dari adiknya yang sedang mengendarai motor menuju ke arahnya. Ternyata usaha itu gagal karena adiknya langsung menyadari kalau itu Jaeng won. Tanpa pikir panjang lagi Jeong Won langsung menggandeng tangan Hee Won dan mengajaknya lari. Sementara itu, adiknya terus saja mengikutinya dengan motor.
“Bodoh !! jangan bergerak!” seru adiknya pada Jeong Won.
Tapi akhirnya mereka bisa lepas dari kejaran adik Jeong Won. Jeong Won memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sampai di rumah, Eun Kyu sudah menunggunya di depan pintu gerbang rumahnya.
“Ada apa lagi orang sibuk?” sindir Jeong Won pada Eun Kyu.
“Kau kenapa?” Tanya Eun Kyu khawatir melihat Jeong Won yang basah kuyup.
“Bukan urusanmu.” Kata Jeong Won ketus.
Eun Kyu pun kemudian melepas jasnya dan memakaikannya pada Jaeng Won. Eun Kyu meminta maaf atas kejadian yang tadi. Jaeng Won pun memaafkannya
“Apakah kau akan percaya padaku?” Tanya Jaeng Won.
“Dalam keadaan apapun tetap percaya padaku?” Jaeng Won melanjutkan pertanyaannya.
Eun Kyu tak menjawab dia hanya tersenyum.
“Meskipun aku berbuat salah….” Belum selesai Jaeng Won ngomong, tiba-tiba Eun Kyu menciumnya.
Setelah itu Jeong Won masuk ke dalam rumah tanpa berkata sepatah kata apapun pada Eun Kyu.
Baca jugaa...
READ MORE >>