Sinopsis Endless Love / Autumn In My Heart Episode 10

Senin, 05 November 2012

Sinopsis Endless Love / Autumn In My Heart Episode 10

Joon Suh mengaku kalau dirinya menyukai Eun Suh. Semua orang terkejut mendengar pengakuannya.

Setibanya di rumah seni, tiba-tiba Tae Suk memukul Joon Suh. Pukulan pertama untuk yumi, pukulan kedua untuk orang tuanya dan saat akan melakukan pukulan ketiga untuk dirinya, Tae Suk mengurungkan niatnya karena melihat Joon Suh sudah tergeletak pasrah.

Ibunya menyuruh Eun Suh untuk mau diangkat ayah Joon Suh sebagai anak dan lalu menikah dengan Tae Suk. Tapi Eun Suk menolak dengan sedih karena dia menyukai Joon Suh. Ibunya ingin hidup Eun Suh bahagia untuk pertama kalinya. Dengan memelas, Ibunya terus memohon agar Eun Suh tidak jatuh cinta dengan kakaknya. Melihat ibunya seperti itu, kesedihan dan penyesalan Eun Suh makin bertambah. Dia lalu menelepon Joon Suh dan meminta datang. Mereka kemudian pergi ke pinggir sugat lalu saling meluapkan kesedihan. Orang-orang terdekat mereka menentang hubungan mereka. Mereka berusaha menegarkan diri.

 Eun Suh bekerja seperti biasa. Dia membersihkan kamar Tae Suk. Tae Suk kesal, kecewa, dan marah pada Eun Suh. Tae Suk lalu bertanya apakah Eun Suh tidak pernah menyukainya sedikitpun. Dengan tegas, Eun Suh menjawab sedikitpun tidak pernah namun di matanya terlihat seperti ingin menahan tangis. Tae Suk sangat kecewa. Dia lalu membanting gelas kaca yang ada di meja membuat Eun Suh takut. 

Malam harinya, Tae Suk melihat kalung yang dia berikan pada Eun Suh dulu. Perasaannya begitu kacau, sedih, kecewa, marah, tapi cinta. Demi meluapkan kecewanya, dia mengamuk dengan merusak perabotan di kamarnya. Dia bahkan pura-pura sedang menelepon Eun Suh, dan bilang kalau dirinya sangat mencintainya dan ingin bertemu dengannya. Dia nggak peduli dengan masalahnya saat ini. Dengan setting lagu milik Jung Wan, kesedihan Tae Suk bener-bener sampai ke hati penonton deh. Kasihan banget Tae Suk. :((

Malam itu juga Tae Suk pergi ke rumah Eun Suh. Menggedor-gedor pintunya sambil beteriak kalau dirinya ingin melaihat Eun Suh. Di dalam rumah Eun Suh hanya bisa diam. Ibunya yan tak tahan langsung memukul bahu Eun Suh dan bilang kenapa Eun Suh bisa setega itu mematahkan hatinya Tae Suk dan menyakiti orang-orang sekitarnya. Eun Suh keluar tapi Tae Suk sudah pergi dengan meninggalkan pot bunga. Eun Suh mengambil pot bunga itu dan berkata, "Maafkan aku. Jangan maafkan aku."

Yumi sengaja berdandan dan bersiap pergi ke rumah seni Joon Suh untuk mengambil barang-barangnya. Yumi dan Joon Suh berbincang dengan Yumi di taman belakang. Di sana Joon Suh terus menerus meminta maaf pada Yumi karena telah membuat Yumi kecewa dan sedih. Yeaah, kita tahu kalo Joon Suh itu tidak mencintai Yumi, dia mau berpacaran dan bertunangan dengan Yumi karena Yumi mirip Eun Suh. Jawaban Yumi saat Joon Suh bertanya dimasa depan Yumi ingin jadi apa dan Yumi menjawab ingin jadi pohon. Jawaban itu sama persis dengan yang dilontarkan Eun Suh dulu. Yumi mencoba tegar. Saat akan pulang, Joon Suh memeluk Yumi. Yumi menangis. Dia bilang senyum Joon Suh lah yang membuat Yumi bertahan sampai saat ini. Joon Suh menyuruh Yumi agar tetap bahagia.


Ayah Joon Suh pergi ke hotel tempat Shin ae bekerja. Eun Suh senang bisa bertemu ayahnya di sana. Dengan sedih ayah bilang kalau ibu sedang sakit. Eun Suh terkejut. Dia pun segera pergi bersama ayahnya menemui ibunya.

Manager Eun Suh dan paman Joon Suh sibuk membuat guci dari tanah liat. Joon Suh datang dan menanyakan di mana Eun Suh. Manager menjawab kalo tadi ayah Joon Suh datang dan sepertinya mengobrol agak serius dengan Eun Suh. Manager kemudian bertanya apa ada masalah di rumahnya?
Joon hanya diam lalu pergi.

Setibanya di rumah, Shin Ae kesal melihat ayahnya membawa Eun Suh.
"Ayah, kenapa kau bawa Eun SUh kemari? Ibu sakit gara-gara Eun Suh!"
Ayahnya lalu menyuruh Shin Ae untuk naik ke lantai atas.

Eun Suh masuk ke kamar ibunya. Dia lalu duduk di samping ranjang sambil memegang tangan ibunya.
"Eun Suh..." ujar ibunya lirih

Eun Suh mulai meneteskan air matanya, "Kenapa kau sakit? Kenapa? Apa karena aku dan Joon Suh?"
Ibunya menjawab tidak. Ibunya berdali kalo sebenarnya ini adalah salah dirinya dan ayahnya yang telah memisahkan Joon Suh dan Eun Suh dengan kejam. Hingga membuat kalian tidak bisa melupakan satu sama lain. Sambil bercerita ibunya menagis membuat Eun Suh semakin sedih.

Ayah Eun Suh menanyakan apakah Eun Suh masih ingin melanjutkan studinya. Jika iya, dia akan mengirim Eun Suh belajar ke Amerika. Ayahnya juga menjelaskan kalo ini tidak berarti dia mengusir atau mencoba menjauhkan Eun Suh. Tapi sayangnya Eun Suh menolak dan minta maaf.
Ayahnya memanggil nama Eun Suh berulang kali. Dia masih memohon pada Eun Suh supaya dia engga berbuat seperti ini pada dirinya. Ayahnya berujar kalo selama di Amerika, dirinya dan istrinya tidak pernah melupakan Eun Suh sehari pun.
"Ayah jangan katakan itu." kata Eun Suh sedih.
Ayahnya kemudian mengatakan kalau mau sedarah atau tidak, kau adalah putri kami. Aku selalu bersyukur kalo kau dan Joon Suh bisa selalu akur. Tapi kalau kau dan Joon Suh...
Belum sempat ayahnya selesai ngomong, Eun Suh langsung kembali minta maaf.
Ayahnya terus membujuk Eun Suh untuk pergi ke Amerika bersama dirinya dan ibunya, lalu nantinya dia akan menemukan seseorang yang baik untuk dinikahinya.
Tapi tiba-tiba Joon Suh datang dan berujar kalau Eun Suh akan menikah dengannya.
"Jika dia harus pergi ke Amerika, maka itu denganku. Eun Suh akan tinggal denganku mulai sekraang." ujar Joon Suh.
"Kau!!" ayahnya mulai sedikit kesal. "Kalian ini saudaraan. Kau tidak bisa menikah dengan adikmu."
"Ayah bilang dia bukan adikku ketika aku beranggapan kalau aku hanya punya 1 adik. Dan kenapa sekarang kau malah bilang dia adikku dan melarangku mencintainya?"
"Kita meninggalkannya sendirian selama 10 tahun karena dia bukan putrimu."
Plakkk..!!! Tiba-tiba sebuah tamparan mengarah ke pipi Joon Suh.
"Kau ...!!!" ayahnya mulai marah dengan sikap Joon Suh.
Joon Suh masih terus menjelaskan kalau dia tidak sedarah dengan Eun Suh tapi kenapa dilarang untuk menikah. Mendengar itu, atah Joon Suh makin marah. Dia hampir saja mau menghajar Joon Suh tapi segera dilerai oleh Eun Suh.
"Tanpa persetujuan atau tidak, kami akan tetap menikah!" tegas Joon Suh.
Suasana makin menegang ketika ayahnya bilang kalau Joon Suh bukan lagi anaknya. Joon Suh menggenggam tangan Eun Suh. "Kali ini aku tidak akan melepaskannya dengan mudah."
Sambil menggandeng tangan Eun Suh, Joon Suh pergi.

Mereka pergi ke pinggir sungai. Eun Suh mengeluhkan kalau masalahnya semakin rumit. Joon Suh dan ayah bertengkar sedangkan ibu sakit. Selain itu dirinya dan Joon Suh sama-sama telah mematahkan hati Tae Suk dan Yumi. Joon Suh mencoba menghibue Eun Suh dan emmbuatnya tegar. Sambil menangis Eun Suh masih terus berpikir tindakannya ini salah. Joon Suh pun lalu memeluknya.


Eun Suh dan Joon Suh masak bareng. Joon suh mengeluh kalau dia sudah mulai jenuh dengan kehidupannya disini. Dia lalu mengajak Eun Suh untuk pergi ke desa perternakan ( tempat kenangan mereka berdua ). Eun Suh mengiyakan.
Saat akan berangkat, tiba-tiba Joon Suh mendapat telpon kalau Yumi masuk rumah sakit karena mencoba bunuh diri. Mereka berdua pun langsung bergegas ke rumah sakit.
Ibu Yumi sangat kesal dan marah pada Joon Suh, karena semua ini bisa terjadi akibat Joon Suh mencampakkan Yumi. Dokter keluar, dan memberi kabar kalau Yumi sudah melewati masa kritisnya tapi sekarang kondisinya masih sangat lemah. Ibu Yumi terisak-isak menangis sambil memukuli Joon Suh. Melihat tangisan Ibu Yumi, Eun Suh merasa iba dan diapun langsung pergi meninggalkan rumah sakit sambil menitihkan air mata.

Pagi harinya, Joon Suh pergi ke rumah sakit, dia berusaha membujuk ibu Yumi untuk diizinkan melihat Yumi. Tapi Ibu Yumi tetap keukeuh pada pendiriannya, Yumi akan lebih baik jika tak bertemu dengan Joon Suh.  Sementara itu, Eun Suh melewati hari ini tanpa kehadiran Joon Suh disisinya. Meski begitu, dia tetap tegar. 

Eun Suh kembali kerja seperti biasa, saat melihat Tae Suk, dia segera menemuinya dan langsung meminta maaf atas kejadian di rumah Joon Suh dulu. Eun Suh sebenarnya tak bermaksud melukai perasaan Tae Suk, tapi mau dikata apa lagi dia dan Joon Suh memang saling mencintai. Tae Suk dengan tegas bilang kalau dia tak bisa menerima permintaan maaf Eun Suh dan malah menyuruhnya untuk menyingkir dari hadapannya. Dengan perasaan bersalah, Eun Suh pun pergi. Tae Suk terduduk sedih.

Scene di rumah sakit. Joon Suh mellihat Ibu Yumi sedang keluar, diapun langsung memanfaatkan kese,patan ini untuk menemui Yumi. 
"Yumi apa kau baik-baik saja?" tanya Joon Suh khawatir.
Yumi tak bermaksud untuk membuat Joon Suh khawatir. Dia hanya berfikir kalau segala hal dalam hidupnya berjalan salah.
Jun Soon tanya kenapa Yumi melakukan ini. Yumi tak bisa menjawab dan langsung menutupi pergelangan tangannya yang diperban. 
"Aku ingin pergi ke sana, ke pantai dimana kau pernah melukisku untuk pertama kalinya di pasir. Aku merasa seperti bertemu dengan sosokmu yang dulu lagi jika berada disana. Aku ingin kesana." ucap Yumi sambil menangis.
"Maafkan aku. Apa yang bisa kulakukan untukmu?" tanya Joon Sun dengan perasaan bersalah.
Yumi ingin bisa kembali ke masa lalu, saat Joon Suh masih ada disisinya. Mendengar hal itu, Joon Suh hanya bisa mengucapkan kata maaf. Yumi kesal, dia mengeluh kalau sekarang hidupnya sudah berantakan, hatinya terluka dalam, tujuan hidupnya sudah tidak ada. Yumi juga bilang kalau sekarang dia sangat benci Joon Suh, dia lalu menyuruhnya untuk pergi dan jangan menemuinya lagi. Ucap Yumi sambil terisak-isak menangis.

Sore harinya, Joon Suh pulang ke rumah, Dia melihat Eun Suh sedang menyapu halaman dan tersenyum menyambut kehadirannya.
Mereka duduk di depan rumah sambil mengobrol. 
"Apa kau sudah menemui Yumi?" tanya Eun Suh penasaran. Joon Suh menganggukkan kepala.
Eun Suh tanya apakah Yumi sudah membaik? Sakitnya tidak parah bukan? 
"Eun Su...ah.." ucap Joon Sun mengisyaratkan agar untuk saat ini jangan membahas Yumi.
"Oppa... apa kau ingat kita akan pergi ke desa perternakan besok?" tanya Eun Suh dengan ragu.
"Aku ingat."
Eun Suh menebak kalau mereka pasti akan batal pergi. Eun Sih menyadari itu semua, dia bilang pada Joon Sun untuk jangan terlalu bersalah karena membatalkan janjinya pergi ke desa. Dia memahami keadaan Joon Suh sekarang ini. Diapun menyuruh Joon Suh untuk masuk ke dalam, karena dia sudah menyiapkan makan malam.

Eun Suh pergi. Joon Suh memanggilnya dan langsung menarik lengannya.
"Ayo..kita pergi besok. Aku tidak ingin untuk meminta maaf padamu. Kita sudah berkali-kali minta maaf pada orang yang tersakiti karena kita. Janji, kita pasti akan pergi." tegas Joon Suh. Eun Suh tersenyum.
Mereka pun janjian untuk bertemu di suatu tempat.

Saat Joon Suh kana pergi untuk menjemput Eun Suh, tiba-tiba Hp nya berdering. Ibu Yumi memberi tahu kalau Yumi kabur. Joon Suh segera ke rumah sakit, dia melihat Yumi sudah tak ada dikamarnya lagi, dan hanya ada Ibu Yumi yang sedang menagis, 
Ibu Yumi langsung tanya tempat mana yang ingin di datangi Yumi, mungkin saja dia pergi kesana. Joon Suh ingat, diapun langsung pergi ke tempat itu.

Di pantai, Yumi duduk sendirian sambil menangis. Joon Suh menghampirinya, tapi Yumi malah berjalan ke laut, dia bermaksud menenggalamkan diri. Melihat hal itu, Joon Suh langsung berlari dan menghentikan Yumi.
Yumi meronta-ronta, dia bilang kalau dia tak ingin Joon Suh meninggalkannya. "Jangan tinggalkan aku.. Ku mohon, berjanjilah untuk jangan pernah pergi dariku." teriak Yumi sambil menangis.
Joon Suh langsung memeluknya untuk menenangkan. Diapun membawa Yumi kembali ke rumah sakit.

Sementara itu, Eun Suh  masih setia menunggu kehadiran Joon Suh untuk menjemputnya. Malam pun tiba, namun Eun Suh masih tetap berada disana. Joon Suh menelpon Eun Suh dari rumah sakit bermaksud ingin minta maaf.
Melihat panggilan itu dari Joon Suh, Eun Suh langsung menitikkan air mata. Dia selalu meyakinkan hatinya kalau Joon Suh pasti akan datang, tapi ternyata hatinya salah. Eun Suh mengurungkan niat untuk mengangkat telpon dari Joon Suh. 
Joon Suh terduduk lemas di dekat ranjang Yumi, dia tak kuasa menahan air matanya. Yumi terbangun, dia bilang kalau dia takut Joon Suh akan meninggalkannya, Dia menegaskan kalau tak bisa hidup tanpa Joon Suh. Mendengar hal itu, hati Joon Suh tersentuh, dia tak tega melihat Yumi menderita lagi karena dirinya. "Aku tidak akan pergi." tegas Joon Suh.

Joon Suh dan Yumi kembali ke rumah Joon Suh. Dia membaringkan Yumi ke ranjangnya. Joon Suh tanya apakah Yumi merasa baikan tinggal disini. Yumi mengiyakan.
Eun Suh melihat dirinya di cermin. Eun Suh sangat benci melihat dirinya yang tampak begitu menyedihkan.
Joon Suh mengantarkan Eun Suh untuk menemui Yumi, Joon Suh bilang kalau Yumi ingiin menemuinya.
Yumi minta maaf pada Eun Suh atas semua kejadian ini. Dia bilang kalau tak bisa hidup tanpa Joon Suh disisinya. Eun Suh menyakinkan Yumi kalau Joon Suh pasti akan selalu disisinya dan tak akan pernah meninggalkannnya, Karena itulah, Yumi harus tetap semangat dan ceria.

Eun Suh pergi dari rumah Joon Suh. Melihat kepergian Eun Suh, Joon Suh langsung menyusulnya. Eun Suh mengulurkan tangannya, tapi Joon Suh tak mau menjabat tangan itu karena dia takut kalau dia memegang tangan Eun Suh, Joon Suh takut dia tak akan bisa melepaskan Eun Suh. Dengan ceria, Eun Suh bilang kalau dia sudah memaafkan semua dosa-dosa Joon Suh. Eun Suh pun pergi dengan senang hati, meski begitu hatinya sebenarnya sangat terluka.



BERSAMBUNG...

Comment Page :

2 comments:

Anonim mengatakan...

gumawo sinopnya ya.lanjutkan ya.......

:-)

Reply To This Comment
Lina Wahyuningrum mengatakan...

gumawo sinopsisnya...lanjut azaaa.. fighting!!!.....

Reply To This Comment